Penyebab Gangguan Kesuburan Dimulai Sejak Bayi

J.Comp / Freepik.com

AARHUS – Ada banyak hal yang bertanggungjawab atas ketidakmampuan pria dalam membuahi pasangannya, demi mendapatkan keturunan. Stress, darah tinggi, diabetes dan ketidakseimbangan hormon, adalah beberapa hal yang bisa dikaitkan dengan masalah kesuburan pada pria.

Namun tahukah Anda jika masalah kesuburan pada pria, ternyata juga bisa dikaitkan dari jauh-jauh hari, dalam hal ini semenjak dirinya dilahirkan ke dunia. Ya, menurut sebuah studi di Denmark, bayi laki-laki yang terlahir dengan bobot tubuh yang kurang, punya risiko bermasalah dengan kesuburannya di kemudian hari. 

“Hasil (studi) kami menunjukan bahwa terkadang kita harus bisa melihat jauh ke belakang, untuk menemukan penjelasan dari masalah kesehatan yang terjadi di kehidupan ini,” kata Anne Thorsted, selaku co-author studi, seperti dikutip The Guardian. 

Meliris temuannya pada jurnal Human Reproduction, Thorsted dan para peneliti lain yang terlibat dalam studi ini melaporkan apa yang mereka jabarkan sebagai konklusi dari studi yang melibatkan data 11 ribu orang yang tinggal di dua kota berbeda, diambil antara tahun 1984 hingga 1987. 

Dari situ, ditemukan bahwa sekitar 10 persen dari partisipan, baik pria maupun wanita, terlahir dengan bobot tubuh yang kurang, dan salah satu penyebabnya., seperti terungkap dalam studi itu, adalah kebiasaan merokok para ibu saat kehamilan berlangsung. 

Dari situ juga ditemukan jika bobot tubuh yang kurang saat kelahiran pada bayi perempuan, ternyata tidak bisa dikaitkan dengan gangguan kesuburan di kemudian hari, yang berarti bahwa kondisi ini hanya terjadi pada mereka yang bayi laki-laki. 

Selain kebiasaan merokok, kondisi bayi terlahir dengan bobot yang kurang, adalah keterkaitannya dengan beberapa faktor lain, seperti massa tubuh sang ibu hamil, hingga faktor status sang ibu, apakah ia single parent (tidak memilki suami) atau tinggal bersama dengan suami selama kehamilan. 

Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa potensi gangguan kesuburan bayi laki-laki yang terlahir dengan bobot kurang,  adalah sebesar 8,3 persen. Angka tersebut, menurut para peneliti dari Aarhus University itu, lebih tinggi 2,6 persen dari bayi yang lahir dengan berat tubuh yang terbilang normal. 

Selain dikarenakan beberapa alasan di atas, bayi lahir dengan bobot tubuh di bawah normal, ternyata juga dikaitkan dengan masalah lain, termasuk jumlah sperma sang ayah yang juga di bawah normal, selain juga dikarenakan masalah tertentu pada kelaminnya. 

Menanggapi temuan ini, Prof Christopher Barratt yang tidak terkait dengan studi tersebut, mengakui tentang seberapa pentingnya temuan ini bagi dunia kesehatan, sembari berharap jika saja temuan ini juga melibatkan partisipan lain dari populasi yang berbeda.(ruf/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here