Penyaluran CSR BUMN untuk Pendidikan Sampai 30 Persen

    JAKARTA –  Sejalan salah satu program Presiden Joko Widodo (Jokowi) menciptkan SDM yang unggul, Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir ingin anak usaha BUMN meningkatkan penyaluran corporate social responsibilty (CSR) untuk sektor pendidikan dan kelestarian lingkungan.

    Erick Thohir mengungkapkan, selama ini penyaluran CSR dari ratusan perusahaan BUMN sudah banyak, namun sebarannya tidak merata di semua sektor. Dan, khusus untuk dunia pendidikan juga masih terlalu kecil.

    “CSR BUMN untuk pendidikan baru 22 persen, dan kelestarian alam baru 1 persen,” ujarnya ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kemarin (14/12).

    Seharusnya, dana CSR untuk dua sektor tersebut bisa ditingkatkan lagi. Terutama untuk anak perusahaan BUMN yang pendapatannya tinggi. Kedua sektor itu kata Erick Thohir, berkaitan dengan masa depan dan kelangsungan hidup.

    Dia juga menyoroti penyaluran CSR yang masih berpusat di Pulau Jawa alias Jawa Sentris. Padahal di luar jawa lebih membutuhhkan sentuhan bantua dari anak perusahaan BUMN.

    “Penyebaran wilayah masih terlalu jawa sentris. Kita harus kembali membangun Indonesia seutuhnya, bagaimana saudara-saudara kita nanti di NTT di Sulawesi? Punya gak mereka kesempatan yang sama dengan di Jawa? Harus punya,” katanya.

    Oleh karena itu, dia meminta anak perusahaan BUMN meningkatkan porsi CSR untuk pendidikan hingga 30 persen, dan kelestarian lingkungan 5 persen.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here