Hujan Tiba, Waspadai DBD

JAKARTA – Memasuki musim hujan,masyarakat diminta mewaspadai  maraknya serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang bisa disebarkan nyamuk aedes aegypti.

Dokter Puskesmas Parigi, dr Nata Sanjaya mengatakan bahwa gejala DBD biasanya ditandai dengan demam tinggi, ruam pada kulit dan nyeri otot pada sendi. “Namun pada kondisi teretntu, yakni jika  sudah mengalami demam dengue, penderita akan mengalami pendarahan dan penurunan tekanan darah,” ujarnya kepada Radar, Sabtu (14/12).

Menurut dia, pendarahan akibat demam dengue bisa mengakibatkan pada kematian. Untuk itu para pasien harus segera ditangani segera, saat memasuki fase demam dengue. “Ini bisa menyerang pada siapapun dan dari berbagai kalangangan serta usia, biasanya disebut dengue shock syndrome” jelasnya.

Lanjut dia, penyakit DBD lazim ditemukan pada saat memasuki musim penghujan, dimana jenis nyamuk aedes aegypti akan berkembang biak dengan cepat. “Untuk itu masyarakta harus melakukan yang namanya 3 M itu, seperti menguras bak mandi, menutup penampungan air dan juga mengubur barang-barang bekas,” katanya.

Sementara untuk fogging, lanjut dia, bukan merupakan solusi utama dalam melakukan pencegahan DBD. “Karena kalau fogging ini kan hanya membunuh nyamuk dewasa saja,” ujarnya.

Kata dia, jika seseorang mengalami gejala DBD seperti tubuh lemas, demam, ruam dan nyeris sendi, maka dianjurkan untuk segera melakukan pengecekan labolatorium. ”Biasanya DBD ini berlangsung selama enam hari, dimana trombosit mengalami penurunan,” jelasnya.

Biasanya hasil labolatorium akan keluar setelah tiga hari pengujian, apakah yang bersangkutan memang terkena DBD atau tidak. “Kalau dinyatakan DBD, maka harus dilakukan perawatan secepatnya, agar mendapat tindakan dari dokter,” ujarnya.

Ia menyarankan kepada pasien DBD untuk banyak meminum air dan banyak istirahat di tempat tidur. “Jangan lupa untuk meminum banyak cairan dan juga makan buah-buahan,” pungkasnya.

(den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here