Harga Ayam dan Telur Melambung

JAKARTA – Memasuki awal pekan ketiga Desember, harga komoditas daging ayam dan telur ayam ras semakin melambung di sejumlah pasar tradisional Kota Tegal. Bahkan, lonjakan harga daging ayam dan telur diprediksi akan terus terjadi seiring meningkatnya konsumsi jelang momen natal dan tahun baru.

Seperti dikatakan Sriati, 41, pedagang daging ayam potong di Blok C yang hingga saat ini terus melayani peningkatan pesanan. Padahal, harga jual ayam potong (broiler-red) saat ini sudah tembus Rp 36 ribu – Rp 37 ribu/kg dari harga semula Rp 34 ribu – Rp 35 ribu/kg.

“Naiknya (harga ayam-red), berkisar Rp 1000 – Rp 2000/kg dan sepertinya bakal naik lagi karena semakin banyak pesanan tapi pasokan berkurang,” ungkapnya.

Kondisi serupa, dibenarkan Murni, pedagang daging ayam di Blok B Pasar Pagi yang mengaku khawatir dengan ketersediaan pasokan. Sebab, meski semakin banyak permintaan konsumen justru belum menjamin kesanggupan produsen untuk memenuhi kebutuhan pasar. Terlebih, untuk saat ini ia mengaku mampu menjual 6 hingga 10 kuintal daging ayam jelang natal dan tahun baru.

“Yang paling mengkhawatirkan, cuacanya ini gak pasti jadi kalau ngambil pasokan dari luar daerah seperti Limpung, Batang, Kendal takut banyak yang mati saat dikirim,” terangnya.

Sementara itu, menurut Alisa, 38, distributor telur di Blok C Pasar Pagi juga mengaku kewalahan seiring melonjaknya harga telur. Sebab, meski permintaan masyarakat meningkat secara otomatis akan membuat ketersediaan pasokan berkurang sehingga ia harus mencari produsen hingga Ungaran.

“Hingga Minggu (15/12-red) kemarin, harga telur sudah tembus Rp 24.500 / kg dari sebelumnya Rp 24 ribu/kg dan diprediksi terus naik karena pasokan berkurang,” tandasnya.

(syf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here