Hadapi Resesi 2020, Fintech Dorong Penguatan UMKM

JAKARTA – Resesi dunia sudah di depan mata. Bahkan, sudah ada sejumlah negara sudah mengalami krisis ekonomi. Untuk menghadapi resesi, perusahaan fintech pendanaan mendorong penguatan di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Salah satunya, fintech PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha yang siap membantu memberikan pendanaan untuk para pelaku UMKM.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia dan Pendiri & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, Amartha berkomitmen memberikan pelayanan keuangan terutama di tahun 2020 guna menyambut resesi ekonomi di Tanah Air.

“Amartha telah menyalurkan pendanaan Rp1,7 triliun kepada lebih dari 361 ribu perempuan pengusaha mikro di pedesaan,” ujar dia di Jakarta, Minggu (15/12).

Amartha sendiri memberikan kemudahan kepada UMKM untuk mendapatkan modal usaha, berbeda dengan perbankan dan lembaga keuangan formal yang harus ada persyaratan khusus.

Mantan Menteri Keuangan 2013-2014 Muhammad Chatib Basri menambahkan, salah satu agar perekonomian Indonesia tetap terus tumbuh adalah dengan memperkuat UMKM.

“Pendanaan yang diberikan oleh fintech menciptakan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat unuk terlibat memajukan pelaku UMKM dengan memberikan pendanaan,” ujar Chatib.

Senada dengan Chatib, Mantan Menkominfo Rudiantara mengatakan fintech berperan besar untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM. Tak hanya itu, diharapkan ke depan UMKM bisa naik kelas seperti keinginan Presiden Joko Widodo.

“Keberadaan fintech melahirkan produk yang memberikan kesempatan UMKM untuk berkembang,” kata Rudiantara.

Sementara itu, Analis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),  Suhaji Lestiadi mengatakan, sektor UKM dan koperasi pada saat krisis global 1998 mampu menopang ekonomi Indonesia, sehingga Indonesia bangkit kembali tahun-tahun selanjutnya.

“Pemerintah harus fokus dan penguatan UMKM dan koperasi di Indonesia, sehingga bisa menopang perekonomian Indonesia,” ujar Suhadi.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 yang menyasar pada tujuan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pengurangan ketimpangan.

“Dengan mendorong UMKM naik kelas dapat mengurangi tingkat kemiskinan sekitar 20 persen atau setara dengan mengeluarkan 5 juta orang dari kemiskinan. Selain itu dapat mengurangi tingkat ketimpangan sekitar 4 persen,” jelasnya.

Terkait resesi 2020, Bank Dunia merevisi pertumbuhan ekonomi dunia daris sebelumnya 2,9 persen menjadi 2,6 persen.

Resesi merupakan periode jatuhnya seluruh kegiatan ekonomi secara signifikan dan berlangsung lebih dari beberapa bulan, yang tampak melalui penurunan produk domestik bruto (PDB) riil, pendapatan riil, lapangan kerja, produksi industri, dan penjualan grosir maupun eceran, sebagaimana definisi dari National Bureau of Economic Research (NBER).

(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here