Banyumas Wera Kedepankan Kualitas

PURWOKERTO – Berganti nama menjadi karnaval Banyumas Wera dari semula bernama Banyumas Extravagansa, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas mengklaim penyelenggaraan tetap meriah.
Meski molor hingga beberapa bulan dari jadwal semestinya,

penyelenggaraan di akhir tahun ini menargetkan kualitas dibanding kuantitas.
Ya, penyelenggaraan Banyumas Wera gelaran, kemarin, (15/12), diikuti 51 kelompok sebagai peserta karnaval. Terbagi menjadi 3 kategori kelompok yaitu kelompok A untuk perwakilan pelajar SMP SMA dan SMK, kelompok B untuk perwakilan dari setiap Kecamatan, dan kelompok C untuk perwakilan perusahaan dan umum.

“Dengan nama Banyumas Wera, mudah-mudahan dengan bahasa Banyumas itu, orang-orang tahu bahwa kegiatan ini ada di daerah Banyumas. Artinya Wera itu bagus indah elok atau pemandangan yang indah dan luas,” kata Asis Kusumandani, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, kepada Radar Banyumas.

Asis menjelaskan, konsep peserta masih sama dengan karnaval sebelumnya. Tetapi meski masih sama, kali ini seleksinya lebih ketat lagi, yaitu mengedepankan kualitas dibanding kuantitas.

“Kalau konsep itu peserta masih sama, terdiri dari perwakilan sekolah, kelompok perwakilan dari Kecamatan dan kelompok umum atau bebas,” kata dia.

“Sedangkan jumlah peserta berbeda karena dari mengedepankan kualitas dibanding kuantitas. Karena, biar jumlahnya banyak tetapi konsepnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka tidak boleh ikut,” lanjutnya.

Dikatakan dia, ada beberapa yang mau ikut. Hanya saja, mereka menggangap pawai. Padahal, sebutnya, ini bukan pawai.

“Tetapi ini festival. Jadi ini berbeda dengan konsep pawai karena kalau konsep pawai hanya jalan saja,” jelasnya.

Untuk pemenang sendiri akan diambil dari 6 peserta terbaik setiap kelompok, dan diberi hadiah uang pembinaan.

“Antusias masyarakat saya kira masih sama dengan tahun lalu sepanjang jalan itu 1,8 Km penuh dikanan kirinya. Jadi kalau kanan kiri berarti 3,6 km yah penuh dengan penonton,” tambahnya.

Menurutnya, untuk Karnaval Banyumas Wera tahun 2020 dipertimbangkan akan dimajukan sebab penyelenggaraan di akhir tahun dapat terkendala karena musim hujan.

“Karena terus terang saja, kemarin terkendala dipersoalan anggaran. Akhirnya diadakan diakhir tahun,” pungkasnya.

Pihaknya mengharapkan melalui karnaval dapat memberikan informasi terkait pariwisata dan budaya Banyumas serta memberi apresiasi terhadap pelaku seni dan pelaku usaha batik.

“Harapannya pertama kita bisa memberikan informasi pariwisata Banyumas, memberikan informasi bahwa di Banyumas ini banyak potensi parawisata dan budaya. Kemudian yang kedua memberikan apresiasi kepada khususnya tokoh budaya, dari sekolah dan anak-anak muda, karena mereka juga mempunyai jiwa seni yang bisa meningkatkan budaya Banyumas, kemudian bisa menumbuhkan UMKM yang ada di Kabupaten Banyumas, karena dengan menggunakan batik Banyumasan, tentunya mereka pengusaha-pengusaha batik ini akan laku,” tutupnya.

Bupati Banyumas Rencanakan Festival Rakyat

Sementara itu, Untuk membuat suasana baru agar tidak jenuh dan melihat pemandangan atau festival yang itu-itu saja, Bupati Banyumas merencanakan agenda festival rakyat yang akan digelar, setahun depan. Tepatnya, pada 17 Agustus 2020 mendatang.

“Saya menghendaki bahwa setiap tahun itu ada perubahan ada kreativitas dan ada inovasi kebaruan. Tidak ada besok seperti itu besoknya lagi seperti itu lagi,” Kata Ir. Husein, Bupati Banyumas, kemarin (15/12).
Diagendakannya festival rakyat itu tidak akan dibatasi oleh siapa saja yang ingin tampil.

“Agustus nanti akan ada namanya festival rakyat siapa saja boleh ikut yang penting menarik dan bisa tampil yang bisa sampai jam berapa saja juga silahkan. Karena itu adalah festival rakyat dari rakyat dan untuk rakyat, yang nanti digelar di 17 Agustus 2020,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here