Agus Rahardjo Diminta Akui Kesalahan

    Ketua KPK Agus Rahardjo (Imam Husein/Jawa Pos)

    JAKARTA – Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyarankan agar Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengakui kesalahannya jelang masa kepemimpinannya berakhir.

    Hal ini menyusul adanya dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Agus berdasarkan laporan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) ke Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) KPK.

    “Supaya tidak terungkap ke publik sebagai kelemahan yang harusnya kita hindari di masa yang akan datang,” ujar Fahri kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (15/12).

    MAKI menemukan indikasi pelanggaran etik yang dilakukan Agus Rahardjo sebagai Ketua KPK. Ia diduga pernah melakukan pertemuan dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Madji atau Tuan Guru Bajang (TGB), Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bahrullah Akbar, serta pimpinan anak perusahaan BUMN.

    Pertemuan itu diduga dilakukan di sebuah rumah di Jalan Raya Bina Marga, Jakarta Timur, pada 31 Juli 2018 sekitar pukul 20.00 WIB.

    Kedua orang itu tercatat pernah terseret dalam kasus yang ditangani oleh KPK. TGB diduga terlibat dalam kasus divestasi Newmont Nusa Tenggara, sementara Bahrullah pernah diperiksa dalam kasus mafia angggaran.

    Dugaan pertemuan itu disebut melanggar Pasal 36 ayat (1) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK). Pasal tersebut melarang pimpinan KPK untuk mengadakan hubungan langsung ataupun tidak langsung dengan tersangka maupun pihak yang terkait perkara dengan alasan apapun.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here