Owe, Ikan Penis yang Biasa Dimakan Mentah oleh Warga Haya

JAKARTA- Jutaan Ikan penis atau penis fish terdampar di  Pantai Drake di San Francisco, California, Amerika Serikat (AS), diduga karena tersapu badai. Ikan jenis ini, sejatinya adalah cacing laut yang mirip dengan kelamin pria. Penis Fish memiliki nama latin Urechis Unicinctus.

Foto-foto jutaan cacing laut ini viral di jagat maya. Bangkainya menjadi incaran burung-burung pemangsa di bibir pantai Drake.

Penis Fish yang terdampar di Pantai Drake San Francisco

Ikan jenis ini biasa juga disebut dengan nama Gaebul. Di Korea, ikan ini biasa disajikan di restoran-restoran mewah. Cacing laut ini dikatakan sebagai makanan yang ekstrim, sebab biasa disantap dalam bentuk mentah

Di Indonesia, Ikan berbentuk kelamin pria ini banyak terdapat di bagian timur, seperti di Maluku Tengah misalnya, tepatnya di Desa Haya Kecamatan Tehoru. Cacing laut ini biasanya dimakan mentah oleh warga setempat.

Baca Juga: Bikin Geger, Jutaan Ikan Bentuk Kelamin Pria Terdampar di Pantai California

Jika di Korea dianggap sebagi makanan ekstrim, berbeda dengan warga di Desa Haya. Mereka menganggap daging Penis Fish ini makanan yang gurih. Warnah dagingnya pucat, rasanya sedikit manis, serta kenyal seperti karet, hingga harus memerlukan sedikit tenaga untuk menggigitnya. Warga setempat menyebut Penis Fish ini dengan nama Owe.

Untuk mengolahnya cukup sederhana. Owe atau Penis Fish ini dibela dan dibuang isi perut seperti usus dan kotoran lainnya. Bagian kulit Owe dipertahankan untuk disajikan dan dimakan.

Kulitnya dipotong kecil-kecil agar bisa dimakan dengan sekali gigit. Untuk dibuat lebih nikmat, daging Owe yang sudah dipotong-potong dicampur dengan air lemon cui atau lemon cina, cabai, garam dan bawang merah, kemudian dimakan mentah.

Owe atau Penis Fish (FOTO: Afdal Namakule/ FAJAR INDONESIA NETWORK)

Penis Fish atau Owe ini, hidup di dalam tanah di laut yang dangkal. Mereka membuat rumah dengan menggali terowongan berbentuk U. Untuk mencari makan, Penis Fish mengeluarkan cairan lengket di mulut terowongan yang dibuatnya. Saat air pasang digunakan untuk perangkap mangsa seperti plankton, bakteri, dan biota laut lainnya. Terowongan yang dibuat ikan penis juga bisa dimanfaatkan oleh kepiting dan udang.

Warga Desa Haya yang berburuh Penis Fish alias Owe ini, hanya orang yang mempunyai keahlian. Seperti keahlian mengenali mulut terowongan yang dibuat cacing ini. Perburuan Owe ini juga dengan alat sederhana, yakni linggis kecil. Hujung Linggis kemudian ditusuk masuk ke dalam terowongan yang dibuat Owe ini.

Hanya saja di Maluku, Owe tidak dijual belikan seperti di pasar-pasar di Soul Korea. Owe hanya dimakan sekedar saja seperti saat rekrasi di pantai. (dal/fin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here