Honor Penyuluh Agama Islam Non PNS Dibawah UMK

Ilustrasi

PURWOKERTO – Meski sudah mengalami kenaikan, honor yang diterima penyuluh Agama Islam Non PNS yang diperpanjang kontraknya maupun lolos seleksi tahun ini masih di bawah UMK.

Kepala Kankemenag Banyumas, Drs H Imam Hidayat M.PdI mengatakan honor yang diterima oleh penyuluh Agama Islam non PNS periode 2020-2024 sebesar Rp 1.000.000 per bulan. Untuk cara penerimaan tergantung dari kesepakatan antara penyuluh dengan Kankemenag Banyumas dalam kontrak. Bisa setiap bulan, triwulanan atau per semester.

Baca Juga: Gaji Guru Honorer Masih Dibawah UMK

“Rp 1.000.000 sudah ada kenaikan dari penyuluh periode sebelumnya yang hanya Rp 250.000,” katanya melalui Kasubag TU Kankemenag Banyumas, H Ibnu Assaduddin S.Ag M.Pd ketika ditemui Radarmas, Kamis (12/12).

Ibnu menjelaskan, meski masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), menurutnya nominal tersebut tidak menjadi kendala bagi penyuluh. Honor hanyalah bentuk penghargaan dari pemerintah atas pengabdian orang-orang yang telah menyebarluaskan ajaran Agama Islam. Sebelum adanya honor pun, sebenarnya penyuluh Agama Islam di lapangan sudah berjalan.

“Selain itu penyuluh biasanya mempunyai tambahan penghasilan dari pekerjaan sampingan tanpa mengesampingkan tugasnya sebagai penyuluh,” terang dia.

Dirinya melanjutkan kuota penyuluh untuk Kabupaten Banyumas sebanyak 218 orang di 27 kecamatan. Penyuluh masa bakti 2017-2019 yang kinerjanya baik bisa kembali ditetapkan sebagai penyuluh. Artinya dari 218 orang tersebut, 72 orang penyuluh periode 2017-2019 dinilai mempunyai kinerja kurang baik. Untuk kuota 72 orang tersebut untuk masa bakti 2020-2024 diisi melalui seleksi.

“Mereka yang kinerjanya kurang baik bisa mengikuti seleksi lagi. Seleksi sudah selesai. Hari ini, Kamis (12/12) pemberkasan,” pungkas Ibnu.

Salah satu penyuluh Agama Islam Non PNS untuk Kecamatan Purwokerto Timur telah yang lolos seleksi tertulis dan wawancara, Julian Wardana mengatakan sebelum mendaftar sebagai penyuluh dirinya berprofesi sebagai ojek online. Baginya dengan honor sebagai penyuluh yang di bawah UMK bisa terbantu dengan penghasilan sebagai ojek online.

“Alhamdulillah, dari Purwokerto Timur dari 6 pendaftar hanya saya yang lolos seleksi,” katanya kepada Radarmas, Kamis (12/12).

(yda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here