Beranda Bola Bayer Leverkusen 0-2 Juventus: Makin Tua dan Kian Tumpul

Bayer Leverkusen 0-2 Juventus: Makin Tua dan Kian Tumpul

- Advertisement -
- Advertisement -

LEVERKUSEN – Koleksi 28 gol di Serie A musim lalu, sejatinya hasil yang lumayan bagi sosok striker bernama Cristiano Ronaldo. Namun jumlah itu, masih saja belum cukup untuk memenuhi ekspektasi Juventus.

Ketika hengkang masih di Real Madrid pada 2017–2018, Ronaldo menggila lewat raihan 33 gol. Selama sembilan musim berkostum El Real, CR7 juga merasakan empat kali juara Liga Champions.

Tanda-tanda kedigdayaan itu mulai merosot pada saat ia bersama Juventus. Sejauh ini, dia baru mencetak sembilan gol di serie A. Lebih miris lagi, tren ini merembet ke torehannya di Liga Champions bersama Bianconerri.

Musim lalu, striker 34 tahun itu hanya mencetak 6 gol atau yang terendah sepanjang karirnya sejak musim 2010–2011. Namun tahun ini, ia baru menceploskan dua gol dari enam penampilannya di Liga Champions.

Gol kedua CR7 tercipta saat Juventus mengalahkan Bayer Leverkusen 2-0 di laga pamungkas grup D Liga Champions. Pemain kelahiran Ronaldo mencetak gol pembuka dengan memanfaatkan assist dari Paulo Dybala di menit 75. Sementara gol kedua diciptakan oleh Gonzalo Higuain jelang akhir pertandingan.

Hasil tiga poin di BayArena, mendapuk Juventus sebagai juara grup dan runner up dihuni Atletico Madrid. Sementara Bayer Leverkusen melanjutkan petualangan di Liga Europa setelah finis di posisi ketiga dengan poin 6.

Ya, Ronaldo menjadi man of the match. Meski baru menceploskan dua golnya, ia menunjukkan performa impresif hampir sepanjang laga. Di awal babak kedua, eks striker Manchester United itu sempat mencetak gol, sayang dianulir karena offside.
“Laga malam ini adalah kompetisi saya,” kata Cristiano Ronaldo usai laga melawan Leverkusen, seperti dilansir dari situs resmi UEFA.

“Saya benar-benar menginginkannya dan akhirnya kami bisa membawa tiga poin. Saya bisa bermain dan memberikan ini semua untuk tim,” tambahnya.

Ronaldo kini telah mencetak total 128 gol di pentas Liga Champions, sekaligus telah mencetak 28 gol dalam 26 laga melawan klub Jerman di Liga Champions.

Tetapi, berapa pun jumlah gol yang dibukukannya hingga akhir musim, bagi Ronaldo, itu tidak terlalu penting. Asal, Juve bisa menjadi juara Liga Champions. Sebelum berpikir tentang gelar, Ronaldo harus melewati hadangan di fase knockout, sembari menunggu hasil draw penghuni 16 besar, Senin (16/12) depan.

Gelar Liga Champions juga jadi obsesi lama Juve usai meraih titel juara pada musim 1994-1995. Sejak era 2000-an ke atas, Juventus sudah tampil di tiga final pada musim 2002–2003, 2014–2015, dan 2016–2017, tapi selalu gagal menjadi juara.

(fin/tgr)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here