7 Tantangan Industri di Tanah Air

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengidentifikasi tujuh tantangan yang saat ini dihadapi industri dalam negeri. Kendati demikian, pemerintahan akan terus mencari jalan keluarnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku optimis, industri dalam negeri dapat semakin tumbuh berkembang dan kompetitif apabila permasalaha bisa diselesaikan secara cepat dan tepat.

“Hal pertama yang menjadi tantangan di dunia industri Tanah Air, yakni tingginya harga bahan baku,” kata Agus, Kamis (112/12).

Berbicara mengenai bahan baku industri, kata Agus salah satunya adalah gas untuk kebutuhan industri yang harganya masih relatif tinggi dibandingkan negara-negara lain.

“Tentunya ini akan mempengaruhi daya saing industri di Tanah Air,” ujarnya.

Di samping itu, Kemenperin telah mengidentifikasi sejumlah bahan baku yang masih cukup banyak dibutuhkan sektor industri di dalam negeri, di antaranya kondensat, gas, naptha, biji besi, bahan penolong seperti katalis, scrap (besi bekas), kertas bekas, dan nitrogen.

“Menjawab tantangan terhadap kurangnya bahan baku ini, pemerintah mendorong tumbuhnya industri hulu seperti sektor kimia dasar dan logam dasar,” tuturnya.

Hal kedua yang menjadi tantangan adalah perlunya penambahan infrastruktur seperti pelabuhan dan akses jalan yang terintegrasi. Selanjutnya perluasan kawasan industri di luar Pulau Jawa, sehingga terwujudnya Indonesia sentris.

“Kami akan terus mendorong adanya kawasan-kawasan industri di luar Jawa, khususnya kawasan-kawasan industri yang terzonasi dan spesialisasi, terutama yang berkaitan dengan dekatnya ketersediaan bahan baku agar industri bejalan lebih efisien dan terlaksananya hilirisasi,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here