Terjunkan Puluhan Alat Berat, Rehabilitasi saluran Induk Cisadane Barat Hampir Rampung

Sebuah alat berat milik PT.Bumi Karsa sedang mengeruk lumpur di irigasi induk Cisadane, Rabu (11/12).

TANGERANG – Pekerjaan Rehabilitasi Saluran Induk dan Sekunder Cisadane Barat yang saat ini di kerjakan oleh PT.Bumi Karsa berjalan dengan baik dan memuaskan, pasalnya selaku kontraktor telah maksimal dalam mengerjakan kegiatan tersebut.

Kegiatan yang menggunakan anggaran tiga tahun berjalan ini akan berakhir kontrak pada akhir tahun ini, sehingga kegiatan tersebut langsung di kebut dengan menurunkan 40 alat berat yang bisa bekerja dengan waktu yang efisien.

Muhamad Idris Kepala Proyek Pembangunan Normalisasi dan Sedimentasi Irigasi saluran induk dan sekunder Cisadane mengatakan bahwa kegiatan ini akan berakhir sesuai kontrak pada akhir bulan ini, namun demikian pihaknya optimis bahwa kegiatan ini berjalan sesuai rencana.

“Bangunan liar yang berada di area pekerjaan kami memang masih menjadi bagian kendala, namun hal tersebut tidak mempengaruhi kinerja kami dilapangan, apalagi saat ini sebanyak 40 alat berat seperti tujuh alat Ekskavator telah siap di lokasi pengerjaan,10 Ekskavator standar, tiga Ekskavator kecil, tiga crane pancang, satu crane servis, tiga Vibratory Roller yang 4 ton, satu Vibratory Roller yang 8 ton, molen sebanyak 25 unit, dan 30 unit armada mobil telah siap melakukan fungsinya sebagai alat untuk mempercepat kegiatan ini,” tuturnya, Rabu (11/12).

Dirinya juga menambahkan bahwa pekerjaan ini bukanlah keseluruhan untuk di tiang pancang, melaikan kegiatan ini bertujuan memaksimalkan sedimentasi dan area tanggul-tanggul yang kritis.

“Berkat normalisasi dan sedimentasi ini, aliran air dari bendung telah berjalan dengan baik, karena sebelum di normalisasi air sempat terhenti sebelum sampai ke hilir, apalagi kantong lumpur saat ini tengah kita lakukan pengerukan, karena titik kantong lumpur tersebut berdekatan dengan bendung Cisadane,” ujar Idris

Idris juga meyakini bahwa saat ini pekerjaan tinggal 2 persen lagi, dan sedang dilakukan pengerukan lumpur dengan alat berat serta pemadatan disisi aliran irigasi juga memakai alat berat.

“Kami juga telah bangun tres trek agar sampah yang ada di irigasi tidak mengganggu pintu air yang bisa menimbulkan kemacetan di pintu air tersebut, dan pembangunan tres trek di hampir semua pintu air, karena bermanfaat bagi pintu,” tukasnya

Sementara, Agoes Permana koordinator pengawas BBWS ciliwung cisadane menegaskan bahwa dalam pengawasan konstruksi pada rehabilitasi saluran induk dan sekunder cisadane barat diharapkan pekerjaan sesuai dengan bestek, karena hal tersebut akan menghasilkan pekerjaan yang memenuhi syarat.

“Baik secara kualitas dan kuantitas, diharapkan aliran air yang mengalir di irigasi saluran induk dan sekunder lebih lancar, sehingga bisa di manfaatkan oleh para warga sekitar, dan seperti saat ini sedang di kerjakan mohon kesadaran agar masyarakat tdak membuang sampah sembarangan ke saluran,”pintanya.

Senada, Rohman (56) seorang petani dari Kecamatan Rajeg menuturkan bahwa sekarang sawahnya bisa teraliri air dengan baik, lantaran irigasi induk dan sekunder saat ini tengah di perbaiki.

“Saya sudah memulai mencangkul sawah saya dengan enak pak, karena sudah tidak kering lagi, berkat aliran air sudah berjalan dengan bagus,”pungkasnya.

(Mul/Fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here