Dugaan Penyelundupan Mobil Mewah Bermodus Izin Pameran Harus Dituntaskan

JAKARTA – Polda Metro Jaya diminta menuntaskan kasus penyelundupan mobil mewah dengan bermodus izin pameran agar terhindar dari bea masuk yang mencapai 200 persen. Sejumlah pihak meminta polisi dapat mengungkap kasus yang mengemuka April 2019 lalu, karena merugikan negara dalam jumlah besar. Terlebih terbongkarnya penyelundupan Harley Davidson oleh Dirut Garuda Indonesia bisa jadi momentum untuk menuntaskan kasus tersebut. Diyakini, mengatakan, banyak pihak juga bisa membantu Polri membongkar kasus ini, seperti Bea Cukai, Kejaksaan, dan termasuk KPK.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi mendorong polisi untuk menuntaskan kasus tersebut. Dia menilai, penegak hukum bisa dicap ‘main mata’ jika tak bisa mengungkap kasus tersebut.

“Penegak hukum lagi tumpul banget saat ini. Ini tanda-tanda aparat hukum kita lagi main mata dengan penyulundupan mobil jika penyuludupan mobil mewah dan mobil Ferrari tidak dituntaskan,” kata Uchok kepada wartawan, Senin (09/12/2019).

Modus izin pameran, kata dia, bukan hanya merugikan pendapatan negara. Tetapi juga bisa merusak karakter aparat hukum sebagai garda depan dalam penegakan hukum.

“Seharusnya aparat hukum kita harus mencontoh Hoegeng Imam Santoso yang berani melawan para penyeludup biarpun dibeking tokoh-tokoh kuat di belakangnya. Beliau tidak silau dgn jabatan, tetapi sebagai polisi, beliu jujur dan bersih,” katanya.

Di kesempatan lain, pakar hukum pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad mengatakan, momentum Dirut Garuda diharap bisa jadi titik balik untuk membongkar teka teki berbagai modus operandi impor barang mewah yang merugikan negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here