Beranda Nasional Jokowi Kembali Perintahkan Kapolri Ungkap Kasus Novel

Jokowi Kembali Perintahkan Kapolri Ungkap Kasus Novel

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA – Presiden Joko Widodo memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis ke Istana Negara, Senin (9/12). Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali memerintahkan Kapolri untuk mengusut kasus Novel Baswedan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri untuk segera mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Pak Kapolri segera ungkap kasus ini,” kata Iqbal di halaman Istana Negara, Jakarta.

Menurut Iqbal, banyak perkembangan terkait kasus Novel Baswedan. Bahkan pihaknya telah menemukan sejumlah alat bukti dan petunjuk yang signifikan dalam mengungkap kasus itu.

Namun saat ini Polri belum dapat mengungkapkannya kepada publik. Iqbal berharap tim teknis Polri segera merampungkan kasus tersebut.

“Tidak akan berapa lama lagi, Insya Allah tidak akan sampai berbulan-bulan,” kata Iqbal.

Iqbal menambahkan polisi telah memeriksa 73 saksi, 114 toko kimia, hingga 28 CCTV yang diperiksa melalui laboratorium forensik.

Sementara itu, Novel Baswedan berharap Kabareskrim yang baru Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo mempunyai keberanian untuk mengungkap kasus penyerangannya.

“Semoga Pak Sigit juga punya keseriusan dan keberanian karena tentunya masalah ini kan memang saya duga ada keterkaitan dengan orangnya cukup besar, tetapi tidak boleh terus karena hanya masalah itu kita menyalahkan sisi kepentingan kemanusiaan, kepentingan peradaban, kepentingan membela bangsa dan negara,” ujar Novel, saat menghadiri Anti-Corruption Film Festival 2019 (ACFFest) atau Festival Film Antikorupsi 2019 sebagai rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Minggu.

Dia juga mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah beberapa kali memerintahkan Kapolri untuk menuntaskan kasus penyerangannya.

“Setelah empat kali diberi waktu sama Pak Presiden masa iya perintah Presiden diabaikan, kan keterlaluan,” ujarnya.

Dia juga mengharapkan kasus-kasus penyerangan terhadap pegawai KPK lainnya dapat terungkap.

“Kalau pun nanti sudah diungkapkan mestinya setiap serangan pada orang-orang KPK juga diungkapkan, siapa tahu ada keterkaitan karena tidak boleh dibiarkan orang yang berjuang memberantas korupsi terus malah diserang, dan kemudian perkaranya ditutupi,” ujarnya pula.

Presiden Jokowi sebelumnya juga telah memberikan waktu kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang baru saja dilantik untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga Desember 2019.

Pada 17 Juli 2019, Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol Tito Karnavian, untuk melakukan pendalaman terhadap keberadaan tiga orang yang diduga terkait kasus tersebut dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik.

Lalu pada 19 Juli 2019, Presiden memberikan waktu tiga bulan kepada Tito untuk menyelesaikan kasus tersebut. Namun hingga kini, “dalang” maupun pelaku dalam kasus yang terjadi pada April 2017 tersebut belum terungkap.

(gw/fin)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here