Beranda Bola Indonesia vs Vietnam: Siap Catat Sejarah Baru

Indonesia vs Vietnam: Siap Catat Sejarah Baru

- Advertisement -
- Advertisement -

MANILA – Misi Timnas Indonesia U-23 untuk mengulangi sejarah emas SEA Games 1991 sudah di depan mata. Duel kontra Vietnam akan menjadi laga final SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, nanti malam.

Sebelum melakoni penyisihan grup, skuat Garuda Muda punya tekad kuat untuk bisa mengulang kesuksesan 28 tahun silam. Ya, Stadion Rizal Memorial pernah menjadi saksi bisu emas kedua sepakbola Timnas Indonesia di ajang SEA Games.

Pada final SEA Games 1991, skuat Indonesia yang saat itu diperkuat Aji Santoso, Bambang Nurdiansyah, Eddy Harto dan Rochy Putiray berhasil mengalahkan Thailand lewat adu penalti.

“Kita akan berjuang. Karena keberadaan kami di sini adalah menjalankan misi untuk mengulang sejarah menjadi juara. Indonesia terakhir menjadi juara SEA Games pada tahun 1991 dan itu terjadi di Manila. Inilah yang kita perjuangkan,” ujar arsitek Indonesia U-23, Indra Sjafri sebelum menjalani pertandingan perdana babak penyisihan Grup B di SEA Games 2019, beberapa waktu lalu.

Kini misi yang telah dicanangkan itu akan segera terwujud selangkah lagi. Jika skuat Garuda Muda bisa mengalahkan Vietnam ini menjadi emas ketiga yang direbut Indonesia sepanjang sejarah sepakbola SEA Games.

Dalam latihan kemarin, Indra Sjafri terus mengasah kemampuan taktik dan strategi para pemainnya dalam latihan ringan di Stadion Rizal Memorial. Eks pelatih Bali United itu optimistis, anak asuhnya sangat percaya diri merebut emas dari Vietnam.

Meski demikian, pelatih berusia 56 tahun itu tak menampik pertandingan nanti malam akan berjalan sengit. Apalagi Vietnam merupakan tim yang telah berhasil mengalahkan Indonesia pada babak penyisihan Grup B SEA Games 2019 beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah proses latihan berjalan baik dan mudah-mudahan semua anggota tim sudah siap untuk laga besok. Saya yakin, pertandingannya akan berlangasung seru dan ketat. Saya minta pemain fokus, nggak emosian dan tidak membuat banyak kesalahan,” ujar pelatih berdarah Minang itu.

“Ini adalah pertandingan yang kami tunggu. Sebelum kita lolos di fase grup, saya sudah menyatakan setelah kalah dari vietnam, saya tunggu vietnam di final. dan akhirnya ketemu lagi di final,” tuturnya.

Indra mengaku telah menyiapkan strategi meredam keberingsan anak asuh Park Hang-Seo. Salah satunya, mengemas skenario adu tendangan penalti. Antasipasi yang dilakukan adalah menyiapkan para pemain yang bakal menjadi eksekutornya.

Keinginan untuk mengulang sukses SEA Games 1991 juga terucap dari para pemain skuat Garuda Muda Seperti kapten timnas Indonesia U-23, Andy Setyo Nugroho yang mengatakan bahwa semua pemain bertekad untuk membuat sejarah di Stadion Rizal Memorial. “Tahun 1991 silam, kita juara di sini. Kami pun bertekad untuk membuat sejarah yang sama di tempat ini. Tentu kita berharap dukungan dan doa masyarakat Indonesia,” harapnya.

Hal senada diungkapkan Osvaldo Haay. Pemain asal Papua yang bermain di klub Persebaya Surabaya ini berambisi untuk kembali mencetak gol ke gawang Vietnam. Selama gelaran ini, Osvaldo menjadi top skor dengan mengemas delapan gol.

”Tentu saya ingin membobol gawang Vietnam. Kami tahu pertandingannya tidak akan mudah. Namun, kami akan berusaha sekuat tenaga,” ujar Osvaldo yang mencetak gol ke gawang Vitnam saat Indonesia kalah 1-2.

Kedua tim akan berjuang mati-matian dalam laga nanti malam. Final di SEA Games 2019 menjadi yang ketiga bagi bagi Indonesia setelah 2011 dan 2013 sejak era U-23 diperkenalkan di multievent dua tahun tersebut pada 2001.

Sementara bagi Vietnam ini menjadi final keempat mereka usai edisi 2003, 2005, dan 2009. Meski demikian pertemuan di final akan jadi edisi pertama bagi Timnas Indonesia U-23 dan Vietnam di SEA Games. Secara head to head di ajang SEA Games kedua tim terbilang imbang. Dari 12 pertemuan, baik Indonesia maupun Vietnam sama-sama mengemas lima kemenangan dan dua kali imbang.

Lini pertahanan Indonesia pun wajib mewaspadai duo striker Vietnam, Nguyen Tien Ling dan Ha Duc Chinh. Di babak semifinal menghadapi Kamboja, Keduanya mengemas semua gol kemenangan Vietnam 4-0. Empat gol disumbangkan oleh Nguyen Tien Linh (19′) dan hat trick Ha Duc Chinh (26′, 45+1′, dan 68′).

Ha Duc Chinh tercatat mencetak 8 gol sedangkan Nguyen Tien Ling mengoleksi 6 gol. Jumlah tersebut membuat striker SHB Da Nang itu bersaing ketat dengan Osvaldo Haay di posisi teratas daftar top skor SEA Games 2019. Sementara itu Nguyen Tien Ling menempel ketat Osvaldo Haay di posisi kedua.

(gie/fin/tgr)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here