Pulau Tegal Dijadikan Kawasan Konservasi, Langkah Babay Chalimi Diapresiasi

pulau tegal mas, fajar indonesia network
Pulau Tegal. (Foto: IG)

JAKARTA – Niat baik Baby Chalimi menjadikan kawasan Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Lampung sebagai kawasan konservasi atau pariwisata, mendapat tanggapan dari masyarakat setempat. Langkah ini, dinilai menjadi babak baru, meski dimungkinkan masih problem hukum yang harus dituntaskan.

“Perkembangan kasus hukumnya saya ikuti. Sampai-sampai KPK turun tangan. Tapi ketika saya baca pemberitaan Pulau Tegal yang rencananya akan dijadikan kawasan konservasi atau pariwisata, jelas ini saya apresiasi. Ini terobosan yang berani dan menguntungkan bagi Provinsi Lampung,” terang pengamat Hukum dan Tata Negara Yusdiyanto kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (9/12).

Indahnya dimensi bawah laun di sekeliling Pulau Tegal. (Foto: IG)

Menurut Dosen Hukum dan Tata Negara, Universitas Lampung itu, akan muncul efek positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat setempat, khususnya ekosistem laut di dalamanya.

“Pertama, ada ruang bagi nelayan untuk tetap melakukan pencarian ikan dan usaha lainnya, meski ada pengawasan untuk menjaga kelestariannya. Kedua, ada income yang masuk untuk menguatkan pendapatan daerah, ketiga ini menjadi destinasi baru, jika dikelola dengan baik. Siapa yang diuntungkan? Ya semua, dari nelayan sampai pemerintah daerah,” tutur doktor jebolan Universitas Padjajaran, Bandung itu.

Yusdiyanto sepakat, jika konflik pada ranah hukum yang tengah terjadi, perlu diselesaikan. Ini mengesampingkan kepentingan individu jika niatnya dan harapannya membangun ekonomi dan ekosistem laut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here