Panggil Paksa Mekeng!

FIN.CO.ID – Politisi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng kembali tak mengindahkan undangan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tercatat, ini merupakan kali kelima Mekeng mangkir dari pemeriksaan KPK.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisaksi Abdul Fickar Hadjar menyarankan agar penyidik KPK segera menjemput paksa Mekeng. terlebih, keterangannya yang diharapkan KPK dinilai krusial dalam penanganan perkara tersebut.

“Saksi yang dipanggil dua kali tidak datang tanpa alasan yang sah maka bisa dijemput secara paksa,” ujar Fickar kepada Fajar Indonesia Network menanggapi mangkirnya Mekeng untuk yang kelima kalinya, Minggu (8/12).

Bahkan, menurutnya, terdapat ancaman pidana bagi Mekeng apabila dengan sengaja tidak memenuhi kewajibannya untuk menghadiri pemeriksaan oleh KPK. Ketentuan itu, sambungnya, tertuang dalam Pasal 224 Ayat (1) KUHP.
Terlebih ketidakhadirannya tanpa keterangan.

“Dapat dipidana penjara paling lama sembilan bulan sesuai aturan tersebut,” ucap Fickar.

Meski menyesalkan tidak kooperatifnya Mekeng dalam penuntasan kasus tersebut, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang masih enggan membicarakan upaya pemanggilan paksa.

“Enggak ya (pemanggilan paksa), kita belum sampai kesana karena proses itu belum penyidikan. Dia (Mekeng) masih sebagai saksi. Nanti kita cek ke penyidik seperti apa pemanggilan berikutnya,” tutur Saut.

Saut mengatakan seharusnya sebagai seorang yang sadar hukum, Mekeng harusnya memenuhi undangan KPK.

“Sebagai negarawan yang sadar hukum, ya sebaiknya memang harus datang,” kata Saut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Mekeng sejatinya diperiksa pada Jumat (6/12) kemarin. Namun, Mekang tak datang tanpa keterangan kepada KPK.

“Tidak hadir tanpa keterangan,” ujar Febri ketika dikonfirmasi, Minggu (8/12).

Mekeng dijawalkan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) dengan tersangka pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (PT BLEM) Samin Tan.

Peran Mekeng dalam perkara ini terungkap dalam kesaksian Samin Tan di persidangan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih beberapa waktu lalu. Ia mengaku meminta bantuan Mekeng untuk dipertemukan dengan Eni.

Samin Tan pun akhirnya bertemu dengan Eni di kantor Mekeng yang berada di Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan. Atas bantuan Mekeng tersebut, Eni menerima uang sebesar Rp5 miliar dari Samin Tan. Di mana, uang itu dipakai Eni untuk membantu pemenangan suaminya, Muhammad Al-Khadziq dalam pilkada Temanggung 2018 lalu.

Mekeng diketahui sebelumnya mangkir dari pemeriksaan KPK sebanyak empat kali. Tercatat, pada 8 Mei 2019, 11 September dan 19 September 2019, serta 8 Oktober 2019. Ternyar, ia kembali mangkir dari pemeriksaan yang dijadwalkan pada 6 Desember 2019.

Kendati begitu, KPK telah melakukan pencegahan keluar negeri terhadap Mekeng. Permintaan tersebut dikirimkan KPK untuk pelarangan dalam jangka waktu enam bulan ke depan terhitung sejak Selasa, 10 September 2019.(riz/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here