Andy F Noya dan First Media Bantu Akses Internet di Sekolah

JAKARTA – Penetrasi akses internet di Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya 12,5 persen. Sementara kita tahu bahwa sekarang ini persaingan teknologi semakin ketat tidak hanya di dalam negeri melainkan kita bersaing di tingkat global.

Akses internet yang tidak merata di seluruh pelosok Indonesia menjadi penghambat kemajuan pendidikan. Masih banyak sekolah di pelosok-pelosok daerah tidak tersentuh internet. Kondisi inilah yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia tertinggal dengan negara-negara lain.

Menurut motivator dan penulis buku Andy F Noya soal kemiskinan adalah salah satu sumber kebodohan itu sendiri sehingga orang-orang yang pendidikan tidak terlalu tinggi mudah dipengaruhi pemahaman-pemahaman yang mungkin menyimpang, isu-isu sara dan hal-hal lain berdampak luas bukan bukan hanya di dunia pendidikan.

Menurut Andy kondisi ini menjadi tanggungjawab kita semua untuk setidaknya memberikan kontribusi dalam memajukan pendidikan bangsa ini.

“Kita harus merasa yakin bahwa kita harus mempunyai kontribusi,” kata Andy pada penandatanganan kerjasama antara First Media dengan BenihBaik.com penggalangan dana untuk memberikan jaringan internet gratis bagi sekolah-sekolah, di Jakarta baru-baru ini.

Ketua Yayasan Benih Baik Indonesia (Benihbaik.com) mengungkapkan bahwa salah satu unsur dalam pendidikan adalah akses tentang ilmu pengetahuan dan itu tersedia di Learning Center, yayasan berbasis pendidikan yang dijalankan Andy dan istrinya.

“Inilah yang membuat kami merasa kerja sama antara Firsh Media dan Benihbaik.com mampu memberikan kontribusi sangat signifikan. Karena kalau kita lihat di daerah-daerah terutama banyak sekali anak-anak pintar, anak-anak cerdas tapi tidak memiliki kesempatan untuk menggali potensi mereka yah,” kata pembawa acara Kick Andy ini.

Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari First Media ini bertema ‘First Happiness #ShareTogetherness’.

Marlo Budiman, Presiden Direktur & CEO PT Link Net Tbk, mengungkapkan kerja sama dengan BenihBaik.com dilakukan dalam rangka mengajak pelanggan First Media untuk turut berbagi dengan sesama yang bertujuan memberikan jaringan internet di sekolah-sekolah yang berada di wilayah operasional First Media, serta mendukung kemajuan dunia Pendidikan di era digital.

“Kedepannya, kami akan terus meningkatkan kontribusi perusahaan dalam berbagai bentuk kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Menyadari masih kurangnya akses internet di Indonesia maupun di beberapa sekolah untuk menunjang proses belajar mengajar membuat First Media mengambil langkah ini sebagai bagian dari kegiatan CSR ‘First Happiness #ShareTogetherness’ yang sudah dijalankan oleh perusahaan dimulai tahun ini.

Menurut Survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia, posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia.

Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektivitas, efisiensi, dan standarisasi pengajaran. Melalui program CSR ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam memajukan dan memaksimalkan dunia pendidikan di Indonesia.

Penyediaan akses internet ini diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi siswa dan guru untuk mendapatkan materi pembelajaran yang seluas-luasnya. Baik First Media maupun BenihBaik.com yakin benar, pendidikan dan pengetahuan yang baik mampu memutus rantai kemiskinan.

Andy menyambut baik kerja sama yang ini, mengingat ia sangat fokus dan memperhatikan masalah dunia pendidikan di Indonesia yang saat ini masih tergolong rendah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here