Beranda Nasional Irjen Listyo Sigit Jabat Kabareskrim

Irjen Listyo Sigit Jabat Kabareskrim

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA – Kadiv Propam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo diangkat menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri. Pengangkatan Listyo berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/3229/XII/KEP./2019 tanggal 6 Desember 2019.

Kursi Kabareskrim yang kosong selama 35 hari paskaditinggal Jenderal Idham Azis yang kini menjabat Kapolri sejak 1 November 2019, akhirnya terisi.

Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, membenarkan penunjukan mantan Kapolda Banten itu sebagai Kabareskrim.

“Ya betul. Pengisian jabatan Kabareskrim oleh Irjen Pol Listyo Sigit. Mutasi jabatan adalah hal yang biasa dalam organisasi Polri sebagai meritokrasi, regenerasi, tour of area dan dalam rangka mengoptimalkan kinerja organisasi,” kata Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Jakarta, Jumat (6/12).

Selain penunjuk mantan ajudan Presiden Joko widodo pada 2014-2016 itu, dalam surat telegram Kapolri juga terdapat mutasi sejumlah perwira tinggi dan menengah lainnya.

Mutasi tersebut yaitu, Kabaharkam Polri Komjen Pol Firli Bahuri dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri, mengingat tak lama lagi Firli akan dilantik sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lalu posisi Kabaharkam Polri yang ditinggal Firli diemban Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto. Sementara Asops Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin kemudian ditunjuk sebagai Kapolda Sumut.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak dipercaya mengisi jabatan yang ditinggalkan Martuani, yakni sebagai Asops Kapolri.

Kemudian jabatan Kapolda Papua Barat akan diisi oleh Brigjen Pol Tornagogo Sihombing yang sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.

Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga yang sebelumnya menjabat Karobinopsnal Bareskrim Polri diamahkan jabatan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.

Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri juga mendapatkan mutasi jabatan. Dofiri dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Aslog Kapolri. Ia bertukar jabatan dengan Aslog lama, yakni Irjen Pol Asep Suhendar. Asep menggantikan posisi Dofiri menjadi Kapolda DIY.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mendukung Listyo Sigit menjadi Kabareskrim, mengingat sederet prestasi yang dimilikinya.

“Walaupun yang bersangkutan relatif masih muda karena lulusan Akpol 1991, bukan berarti mengurangi etos kerja maupun profesionalitasnya dalam memimpin Bareskrim,” kata Bamsoet di Jakarta, Jumat.

Dikatakannya, rekam jejak Listyo sebagai ajudan Presiden Joko Widodo (2014-2016), Kapolda Banten (2016-2018), dan Kadiv Propam (2018-sekarang) menunjukan kualitas dirinya sebagai aparat polisi yang andal, dan teruji kualitasnya.

Penilaian utama menduduki sebuah amanah jabatan adalah rekam jejak yang teruji dan kualitas diri yang mumpuni. Sehingga penunjukan Irjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kabareskrim sangat tepat.

Dia menjelaskan, pengisian posisi Kabareskrim pascaditinggalkan Idham Azis yang hampir sebulan itu sudah tepat agar tidak menghambat poses penegakan hukum, penyelidikan, maupun penyidikan yang sedang ditangani Bareskrim.

“Bareskrim ke depan punya tantangan berat, khususnya dalam meningkatkan profesionalitas SDM penyidik yang didukung teknologi penyidikan yang berkualitas, sehingga bisa menegakan hukum secara prima, baik kepada saksi, ahli maupun tersangka,” ujarnya.

Menurut dia, yang terpenting adalah tidak menjadikan hukum sebagai barang dagangan, tapi dijadikan panglima menegakan kebenaran dan keadilan.

Dia berharap, Bareskrim di bawah kepemimpinan Irjen Listyo Sigit, bisa meningkatkan sinergitas antar-penegak hukum dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Selain itu, Bareskrim turut aktif turun ke kampus, organisasi sosial kemasyarakatan, pemuka agama maupun kalangan lainnya untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat,” katanya.

Bamsoet mengatakan, paradigma Bareskrim ke depan perlu diubah bukan dengan seberapa banyak berhasil menyelesaikan perkara.

“Tapi seberapa banyak mampu menekan terjadinya pelanggaran hukum di masyarakat dan memasyarakatkan hukum, ini menjadi tugas dan tantangan Bareskrim yang tidak mudah,” pungkasnya.

(gw/fin)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here