Bawaslu Ingin Ada Kodifikasi UU

Beranda Politik Bawaslu Ingin Ada Kodifikasi UU

JAKARTA – Tumpang tindih aturan Pemilu dan Pilkada diharapkan bisa segera selesai. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) berharap kewenangan dalam pilkada dan pemilu bisa diselesaikan lewat kodifikasi Undang-Undang. Alasannya, di UU Pilkada masih disebut Panwaslu. Sedangkan di UU Pemilu disebut Bawaslu.

Ketua Bawaslu RI, Abhan mengatakan, revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum saat ini masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas tahun depan. Menurutnya, kodifikasi ini penting supaya tidak terjadi tumpang tindih dalam pengawasan pilkada dengan pemilu.

Di sisi lain, UU Pemilu saat ini masuk dalam daftar Prolegnas Prioritas 2020 untuk direvisi DPR RI. Ditambah, pemerintah juga tengah gencar mengusulkan pendekatan omnibus law (penggabungan beberapa UU, Red) untuk menyederhanakan aturan-aturan.

Abhan menilai, gagasan omnibus law merupakan upaya pemerintah dalam memberikan kepastian hukum. Dia juga memandang kodifikasi UU Pemilu dan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubenur, Bupati, dan Walikota atau biasa disebut UU Pilkada untuk memberikan kepastian hukum.

“Gagasan pemerintah, omnibus Law itu bagian dari untuk membuat sebuah kepastian hukum. Kenapa tidak (kodifikasi UU Pemilu dan UU Pilkada). Tujuannya kan untuk kepastian hukum,” kata Abhan di Jakarta, Jumat (6/12). Dia mengatakan, gagasan ini lahir dari beberapa catatan evaluasi pelaksanaan Pemilu 2019 serta pelaksanaan beberapa pilkada. Yakni tahun 2015, 2017, dan 2018.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengusulkan Omnibus Law UU Pemilu yang mengatur penyelenggaraan pemilu baik pemilihan legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres), dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ditambah dengan penyelenggara pemilu.

Menurut Titi, aturan itu untuk mendorong konsistensi serta kepastian hukum di dalam pengaturan pemilu agar tidak ada tumpang tindih peraturan, multitafsir, dan inkonsistensi. “Misalnya perdebatan soal pilkada langsung atau tidak langsung. Sementara kita sudah bergerak menata jadwal pilkada. Ada pilkada serentak, ada pemilu serentak. Karena ini terpisah atau terpencar pengaturannya di dalam dua Undang-Undang (UU) berbeda. Di sinilah kita menemukan inkonsistensi,” jelasnya.

Ia menemukan ketidakkonsistenan dalam undang-undang pemilu dan undang-undang pilkada saat membahas soal politik uang. “Di dalam Undang-Undang Pemilu bicara berbeda dengan undang-undang pilkada. Jadi tujuannya untuk memastikan konsistensi pengaturan pilkada dan pemilu terutama berkaitan dengan peristiwa yang sama. Sehingga kita punya norma yang sama,” ucapnya.

Menurutnya, UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) bisa dikatakan wujud dari Omnibus Undang-Undang Pemilu. Sebab UU itu memuat aturan menyangkut Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres), serta Penyelenggara Pemilu. Namun UU tersebut belum memuat UU Pilkada.

(khf/fin/rh)

Baca Juga

Banser: Kita Jelas Berhadapan dengan PKI, Sekarang Teriak-teriak, Kalian Kemana aja…

JAKARTA- Komandan Densus 99 Banser NU, Muhammad Nuruzzaman menilai aneh, ketika saat ini ada pihak-pihak yang memainkan isu Partai Komunis Indonesia (PKI). Dia menjelaskan, justru...

Amien Rais Resmi Umumkan Nama Partainya: Partai Ummat

JAKARTA- Amien Rais resmi mengumumkan nama partai barunya. Pendiri partai amanat nasional (PAN) ini, menamakan partai barunya dengan nama Partai Ummat. Amien Rais menjelaskan, Partai...

Ferdinand Bilang Najwa Shihab Jurnalis yang Kerasukan Politik

JAKARTA- Nama Presenter Najwa Shihab beberapa hari kemarin ramai dibicarakan warga net. Pasalnya, Najwa melakukan wawancara dengan kursi kosong sebagai bentuk kritik terhadap Menteri...

Pjs dan Plt Diwarning

JAKARTA - Persoalan netralitas menjadi isu utama di Pilkada Serentak 2020. Penjabat Sementara (Pjs) maupun pelaksana tugas (Plt) di daerah diwarning agar tidak membuat...

Keputusan Berat Lanjutkan Pilkada

JAKARTA - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 masih jadi pembahasan sejumlah pihak. Pertimbangan pelaksanaan sebagai konstitusi atau kesehatan dan keselamatan rakyat dari...

Berita Terbaru

Jelang Perilisan Album, Jennie Cs Beberkan Alasan Memilih Nama BLACKPINK

JAKARTA - BLACKPINK bakal merilis full album pertama mereka bertajuk The Album pada Jumat (2/10/2020) besok. Jelang perilisan, girl group yang digawangi oleh Lisa,...

Tips Tetap Melek Saat Shift Malam Anda Tiba

JAKARTA — Tidak semua orang di dunia ini harus bekerja pada jam normal, karena sebagian dari kita justru baru ada yang bergelut dengan perkerjaan, di...

Ultah ke-29, Vianisty “Keroyok” Via Vallen

JAKARTA - Beberapa waktu lalu, pedangdut Via Vallen merayakan 10 tahun kariernya sebagai penyanyi dangdut dan mengadakan konser virtual sebagai persembahan untuk para penggemarnya,...

Zaskia Sungkar Ngidam Dinyanyikan Rizky Febian, Netizen Auto Komen Begini

JAKARTA - Zaskia Sungkar yang tengah hamil sedang merasakan masa-masa ngidam layaknya wanita hamil. Usai beberapa waktu lalu ngidam makan jengkol dan telah kesampaian...

Ayu Ting Ting Posting Foto Pakai Cincin, Ibundanya Bilang Begini

JAKARTA - Penyanyi sekaligus presenter Ayu Ting Ting baru-baru ini membuat publik penasaran. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, pelantun Alamat Palsu itu terlihat...

Gara-gara Corona, Tim Ini Kalah 37-0

JAKARTA - Sebuah tim sepak bola amatir di Jerman harus rela kebobolan 37 kali, dan tidak memasukan satu gol pun, dalam sebuah laga.  Melawan SV...

Bersama Kemendes, Telkom Hadirkan Smart Village Nusantara

JAKARTA- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bekerjasama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meramu pengembangan dan penerapan smart village melalui...

Cara Anda Nyeduh Teh Selama Ini Ternyata Salah

JAKARTA — Kebanyakan dari kita biasanya akan menggunakan air mendidih, untuk menyeduh teh sebelum menikmatinya.  Akan tetapi, menurut pakar yang ahli dibidang mencicipi makanan dan minuman,...

Nusantara

Nyalip Dari Kiri, Pengemudi Motor Terlindas Truk

KABUPATEN TASIK – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit motor dan satu unit truk terjadi di Jalan Raya Kadipaten Desa Buniasih Kecamatan Kadipaten,...

Alat Deteksi Tsunami Pantai Selatan Garut Rusak

TAROGONG KIDUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menyatakan, seluruh alat peringatan dini tsunami atau early warning system (EWS) yang ada di...

News

27 Warga Jurumudi Lakukan Gugatan Keberatan Nilai di Pengadilan, Begini Kata Kakan BPN Kota Tangerang

TANGERANG - Kehadiran Pembangunan Jalan tol ( JORR ll ) yang menjadi jalan distribusi logistik dari kawasan industri menuju jalan Tol Cengkareng - Batuceper...

Sudah 1.150 Anggota KSP Indosurya Cairkan Dananya

JAKARTA - Sebanyak 1.150 orang anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta sudah mencairkan dana mereka selama September. Jumlah ini terus bertambah. Pencairan dana tersebut...

Mendes PDTT Gaungkan Penggunaan Batik Hingga Ke Desa Selama Sebulan

JAKARTA- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengintruksikan kepada seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Kemendes PDTT untuk menggunakan pakaian...

Pjs dan Plt Diwarning

JAKARTA - Persoalan netralitas menjadi isu utama di Pilkada Serentak 2020. Penjabat Sementara (Pjs) maupun pelaksana tugas (Plt) di daerah diwarning agar tidak membuat...

Keputusan Berat Lanjutkan Pilkada

JAKARTA - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 masih jadi pembahasan sejumlah pihak. Pertimbangan pelaksanaan sebagai konstitusi atau kesehatan dan keselamatan rakyat dari...

CV Pengganti Jaksa Agung Beredar di Setneg

JAKARTA - Aparat kepolisian diminta berhati-hati dalam mengungkap kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Sebab, isu yang berkembang dinilai sudah sangat liar. Termasuk,...

Banser: Yang Jelas Mengancam Negara itu HTI, Bukan PKI

JAKARTA- Komandan Densus 99 Banser NU, Muhammad Nuruzzaman menilai, tidak ada yang perlu ditakutkan dari komunisme. Sebab Ideologi komunis sudah tidak dipakai oleh negara-negara...