Wawan Tantang Jaksa Lakukan Pembuktian Terbalik

JAKARTA – Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan menantang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pembuktian terbalik harta kekayaannya. Hal itu dilakukan terkait dakwaan JPU KPK terhadap dirinya.

Wawan sebelumnya didakwa melakukan dua tindak pidana korupsi. Ia disebut memperkaya diri senilai total Rp57,2 miliar. Selain korupsi, jaksa KPK juga mendakwa Wawan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp500 miliar lebih.

Tim Penasihat Hukum Wawan lantas mengajukan nota keberatan atau eksepsi kepada Majelis Hakim Tipikor Jakarta. Namun, eksepsi tersebut ditolak.

“Persoalan pembuktian ya nanti kita lihat di saksi-saksi. Ini pembuktian terbalik buat saya ya saya mesti membuktikan,” ujar Wawan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (5/12).

Dalam persidangan berikutnya, Wawan mengaku akan menghadirkan saksi-saksi guna melakukan pembuktian terbalik. Hanya saja, ia tak menjelaskan lebih rinci saksi-saksi yang akan dihadirkan di persidangan.

“Diskusi dengan pengacara (dulu). Tapi pasti ada tim saksi yang meringankan,” tuturnya.

Penasihat Hukum Wawan, Maqdir Ismail menyayangkan keputusan majelis hakim yang menolak eksepsi perkara kliennya. Maqdir menilai, Jaksa KPK tak menguraikan secara jelas predicate crime (tindak pidana asal) kliennya dalam surat dakwaan perihal aset-aset sitaan milik Wawan yang diduga terkait TPPU.

“Tidak disebutkan semua (tindak pidana asal) di surat dakwaan. Padahal aset sudah disita bahkan ada aset yang diperoleh sebelum tahun 2005 itu sudah ada disita,” tutur Maqdir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here