Polisi Tembak Mati Pembawa 3,2 Kg Sabu

JAKARTA – Tindakan tegas dilakukan polisi terhadap pelaku penyalahgunaan nakotika. Langkah tersebut menjadi bukti polisi serius memberantas peredaran narkotika.

Seorang lelaki berinisial M terpaksa ditembak mati aparat Direktorat Reserse Polda Metro Jaya di Kebon Nanas, Jakarta Timur, Mingu (1/12). M merupakan pengedar sabu yang sudah meresahkan.

“Peristiwa berlangsung pada Minggu (1/12) pukul 17.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam gelar perkara di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12) siang.

Tewasnya M oleh terjangan peluru berawal ketika polisi menerima laporan masyarakat terkait penyalahgunaan narkoba di depan Gedung Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan. Polisi dengan mudah menangkap M dengan barang bukti sabu seberat 990 gram.

Dari lokasi penangkapan di dekat Balai Sudirman, polisi mengembangkan kasus menuju persembunyian M di rumah kontrakan Jalan Kebon Nanas Selatan I RT016/RW008, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Polisi kembali menyita total 2,2 kilogram sabu yang dikamuflase dalam kemasan teh cina masing-masing seberat 100 gram.

“Dia (M) mengaku memperoleh sabu dari A (masih buron). Anggota kemudian meminta M menunjukan persembunyian A,” katanya.

Namun pelaku selalu berbohong. Sebab dari tiga lokasi yang ditunjukan, A sekali tidak berada di tempat.

Selama proses interogasi, M sempat merebut senjata petugas, bahkan sempat terjadi perkelahian.

“Dengan prosedur, pelaku M kita lumpuhkan dan tertembak sehingga meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Polri,” katanya.

Dijelaskan Yusri, barang bukti sabu seberat 3,2 Kg merupakan adalah sisa hasil penjualan.

“M dideteksi empat kali transaksi sabu-sabu dalam jumlah besar. Minimal sekali transaksi bisa 5 kilogram. Barang sitaan ini adalah sisanya,” katanya.

Menurutnya, M bisa diupah Rp20 juta untuk sekali pengiriman sabu ke sejumlah konsumennya di wilayah Jakarta.

Sabu dipasok pelaku A. Bahkan A memfasilitasi rumah kontrakan di kawasan Kebon Nanas Selatan, Jakarta Timur seharga Rp10 juta pertahun untuk persembunyian M.

“Sampai sekarang kami masih melacak keberadaan A untuk mengungkap barang bukti dalam jumlah besar,” katanya.

Terpisah Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata meminta agar warga Banten waspada terhadap peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Terutama menghadapi akhir tahun.

“Alhamdulillah, keberhasilan Polri merupakan keberhasilan kita semua dalam satu tekad bersama memberantas Narkoba. Selamat untuk Direktorat Narkotika Mabes Polri atas keberhasilannya dalam mengungkap kasus tindak pidana Narkoba,” kata Edy Sumardi di Mapolda Banten di Serang.

Edy berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Banten untuk tidak dapat menghabiskan waktu akhir tahun dengan pesta narkoba.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga untuk menjaga diri terhadap hal-hal yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup ataupun karir. Terutama untuk generasi penerus jangan mudah terpengaruh dengan ajakan teman-temannya. Katakan tidak untuk narkoba, jangan sekali-kali mencoba, mari kita bersama berantas Narkoba,” katanya.

(gw/fin)