Pengawas Pilkada Jangan Mudah Dibujuk

Ratna Dewi Petalolo/ist

JAKARTA – Perilaku curang sering ditemui saat pelaksanaan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada). Peserta pilkada ataupun tim sukses sering kali meminta pengawas untuk tidak netral. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengimbau agar pengawas di lapangan tetap menjaga netralitas dan integritas.

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengingatkan, ujian integritas para pengawas pemilu berada di lapangan ketika melakukan pengawasan Pilkada Serentak 2020. Dia menegaskan, integritas adalah nilai tertinggi yang harus dimiliki pengawas pemilu.

Dewi berpandangan, nantinya akan banyak godaan-godaan dalam mengawal Pilkada 2020 supaya berjalan dengan jujur, adil, dan demokratis. Dia berpesan jajaran pengawas harus berkomitmen menjaga integritas sampai kapan pun. “Integritas kita jangan sampai terbeli seumur hidup. Sampai kapan pun nama kita akan tercatat dengan tinta emas,” ujar Dewi di Jakarta, Rabu (4/12). Tahun depan, lembaga pengawas pemilu akan kembali bergulat mengawal pemilihan di 270 titik untuk pemilihan gubernur, bupati, dan walikota.

Selain pengawas, publik juga memiliki peran besar dalam pelaksanaan pilkada. Karena itu, masyarakat diharapkan aktif mengawal prosesnya dari tahapan awal hingga akhir. Ia mengajak publik aktif memberikan hak pilih sekaligus melakukan pengawasan. “Harus aktif. Harus terus bergandengan tangan dengan Bawaslu setempat guna sama-sama memastikan Pilkada berjalan baik,” bebernya.

Ia meyakini, tanpa peran dan partisipasi masyarakat, gelaran pilkada tidak akan mencapai hasil berkualitas. Karena, masyarakat memiliki kontrol langsung serta bersentuhan dengan teknis pelaksanaan pilkada di lapangan. “Masyarakat harus ditempatkan sebagai aktor utama. Tidak ada kepentingan lain yang harus dicapai dalam tujuan pilkada selain kepentingan rakyat,” tegas dia.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu, M Afifuddin menambahkan, kualitas integritas itu seperti kata kerja. Dia meyakinkan integritas harus selalu diberi pupuk dan wajib dikembangkan terus menerus.

(khf/fin/rh)