Don Carlo di Ujung Tanduk

James Rodriguez. Foto: Fox Sports

JAKARTA – Gagal menang lagi, Napoli seperti berada di titik nadir usai dipecundangi Bologna 1-2 di kandang sendiri, dalam lanjutan giornata ke-14 Serie A, Senin (2/12) dini hari.

Kekalahan dari Bologna ini membuat Napoli terjerembab ke urutan tujuh klasemen sementara Serie A dengan koleksi 20 poin. Esok harinya, surat kabar Italia membuat headline ancaman pemecatan allenatore Napoli Carlo Ancelotti oleh Napoli.

Tottosport melaporkan manajemen bersiap memecat Don Carlo-sebutan Ancelotti, pada 10 Desember 2019 mendatang atau usai menjalani laga terakhir grup E Liga Champions 2019-2020 melawan KRC Genk.

Sebelumnya, perihal pensiun Ancelotti memang sudah terdengar musim panas lalu. Dilansir Football Italia, eks pelatih Milan ktu sebenarnya akan mundur dari jabatannya pada akhir musim 2019-2020.

Sayangnya, konflik internal memaksa presiden Napoli, Aurelio De Laurentis, melengserkannya dari jabatannya lebih cepat. Alhasil, kekalahan dari Bologna menjadi dalih De Laurentis dalam problem tersebut.

Nama Gennaro Gattuso muncul sebagai pengganti Ancelotti. Mantan anak asuhnya saat di AC Milan itu dikabarkan tengah menganggur usai memutuskan kontraknya bersama AC Milan.

Harian Calciocermato menyebutkan, Napoli tengah mendekati pria 41 tahun itu untuk segera merapat ke Sao Paolo.
Ya, Gattuso memang menjadi harapan Partenopei-sebutan Napoli- untuk menjawab keraguan punggawa-punggawanya.

Dari info yang dihimpun Football Italia, penyebab Napoli segera memberhentikan Ancelotti karena para pemain mulai bosan mengikuti arahan mantan pelatih Chelsea ini. Di sisi lain, hubungannya dengan De Laurentiis bak api dalam sekam yang membuat situasi internal bekas klub Maradona itu memburuk.

Akibarnya, konflik tak berkesudahan membuat performa Napoli menjadi terpuruk. Napoli belum juga kembali ke jalur kemenangan setelah dikalahkan Bologna. Ancelotti mengaku Napoli punya masalah serius, ia pun tengah berupaya mencari solusinya.

Dilannsir dari Opta, ini jadi kali pertama timnya Ancelotti tidak menang dalam enam pertandingan beruntun di liga sejak 2010. Terakhir kali itu terjadi pada Desember 2010 saat Ancelotti masih menangani Chelsea.

“Kami hanya butuh waktu untuk berkumpul dan membicarakannya, mengevaluasi kenapa periode negatif ini berlanjut. Ini sudah terlalu panjang, ini tidak wajar,” jelas Ancelotti kepada Sky Sport Italia.

“Para pemain juga harus merasa bertanggung jawab. Saya memikul sebagian besar tanggung jawab, tapi bukan semuanya. Saya percaya para pemain tahu kekuatan dan kelemahannya,” tandasnya.

(fin/tgr)