Bentuk Tim Gabungan Ungkap Pemilik Granat Asap

    JAKARTA – Misteri pemilik granat asap yang meledak di Taman Monumen Nasional (Monas) pada Selasa (3/12) belum terungkap. Polri dan TNI harus segera membuat tim gabungan untuk mengusutnya.

    Pengamat intelijen Ridlwan Habib mengimbau agar TNI-Polri segera membentuk tim gabungan. Dan jangan pula menganggap ledakan granat asap sebagai sebuah kelalaian.

    “Kalau ini kita anggap sebagai kelalaian biasa, berarti kita menyepelekan, saran saya segera bentuk tim gabungan pencari fakta TNI dan Polri, kemudian nanti memberikan laporan ke publik supaya masyarakat tidak resah,” kata Ridlwan Habib di Jakarta, Rabu (4/12).

    Dikhawatirkannya, jika kasus tersebut tidak didalami, maka akan memberikan dampak lanjutan. Karena masyarakat tidak tahu bagaimana sebenarnya kejadian ledakan tersebut.

    “Pasti akan juga sangat membahayakan apalagi sekarang kita dalam situasi menjelang akhir tahun,” kata dia.

    Situasi akhir tahun selalu berpotensi menjadi waktu para pelaku teror untuk menunjukkan eksistensi mereka dengan melakukan tindakan yang biasa mereka sebut dengan jihad atau amaliah.

    Beberapa waktu belakangan para pelaku teror tidak lagi melakukan tindakan dengan skala besar seperti bom Bali, tetapi mereka mencoba memboncengi isu-isu tertentu, atau melakukan amaliah sendiri-sendiri seperti kejadian menimpa Wiranto.

    Ditambah lagi, beberapa waktu belakang ada tindakan terorisme pada sejumlah negara yang kejadiannya terjadi di tempat-tempat wisata.

    “Saya kira tetap harus diwaspadai termasuk kewaspadaan terhadap objek-objek wisata nasional, saya harus sampaikan bahwa ada perintah dalam media sosial ISIS yang memerintahkan agar mereka meniru serangan di objek wisata yang terjadi di Yordania dan Inggris,” ujarnya.

    Oleh karena itu, kalau informasi kejadian ledakan di Monas tidak klir sampai ke masyarakat, dikhawatirkan bisa juga dimanfaatkan oleh para pelaku teror seperti jaringan ISIS, mereka bisa “memboncengi” kejadian tersebut untuk melakukan teror.

    Sementara polri membantah granat asap tersebut dari institusinya. Terlebih sehari sebelumnya Polri mengamankan jalannya aksi reuni 212 yang berlangsung di Monas.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan aparat Polri tak ada yang membawa granat asap atau senjata saat bertugas mengamankan Reuni 212.

    “Tidak ada sama sekali,” katanya di RS Polri Kramat Jati, Rabu 4/12).

    Yusri juga membantah jika granat asap yang meledak di Monas pada Selasa pagi dan melukai dua anggota TNI yang sedang berolahraga adalah milik kepolisian.

    “Engga ada, Engga ada punya polisi. Siapa bilang punya polisi?” lanjutnya.

    Yusri meminta agar masyarakat bersabar. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan.

    “Sampai dengan sekarang, saya menunggu, saya juga sama-sama masih menunggu perkembangan dari penyidik, sabar ya,” katanya.

    (gw/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here