Tak Ada Pengamanan Ekstra, Istana Tak Khawatir

    JAKARTA – Tak ada peningkatan pengamanan pascaledakan granat asap di kawasan Monas Jakarta. Polri memastikan Jakarta dalam kondisi aman dan terkendali.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono mengatakan tidak ada peningkatan pengamanan di kawasan Ring 1 atau seputar Istana Negara.

    “Tidak ada peningkatan pengamanan. Kami enggak ada penutupan (Monas), biasa saja,” ujarnya dalam konferensi pers di Monas, Selasa (3/11).

    Gatot mengatakan, granat asap bisa saja dimiliki anggota polisi ataupun TNI. Namun, belum diketahui bagaimana bisa ada granat asap di area Monas dan meledak.

    “Bisa tertinggal, tapi kan tidak tahu asalnya dari mana. Akan kami dalami,” kata Gatot.

    Gatot memastikan bahwa kawasan Monas sudah dibuka kembali. Seusai mengevakuasi korban dan mensterilkan tempat kejadian perkara, orang-orang sudah bisa memasuki kawasan Monas.

    “Tidak ada sesuatu yang luar biasa, kembali seperti biasa, normal,” katanya.

    Meski Kapolda telah menjamin kawasan Monas aman dan telah dibuka kembali, namun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pengelola untuk menyisir kawasan secara menyeluruh.

    “Saya sudah komunikasi langsung dengan pak Kapolda berbicara mengenai kejadian tadi pagi soal ledakan yang disampaikan beliau adalah granat asap. Kemudian saya langsung panggil juga kepala UPT Monas dan saya instruksikan kepada kepala UPT Monas untuk melakukan semacam penyisiran di seluruh kawasan,” kata Anies di Balai Kota Jakarta.

    Penyisiran tersebut, dilakukan oleh petugasnya sendiri yang tergabung dalam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monas.

    Jika nantinya ditemukan hal-hal yang dianggap berbahaya, lanjut Anies, nantinya petugas UPT Monas akan berkoordinasi dengan aparat keamanan.

    “Kalau ditemukan ada hal-hal yang dianggap berbahaya, laporkan kepada aparat keamanan, karena di sana juga ada aparat keamanan yang bertugas. Jadi itu yang kami lakukan,” ucapnya.

    Sementara itu, Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rahman, mengatakan Istana tak khawatir dengan peristiwa tersebut.

    “Enggak lah. Itu kan cuma peristiwa kecil,” katanya.

    Fadjroel mengatakan pascaledakan, tidak ada pengetatan pengamanan di sekitar Istana.

    Ia juga memastikan kondisi di kawasan Istana baik-baik saja meski ledakan granat asap itu melukai dua orang personel TNI.

    “Istana sih baik-baik saja. Tadi pagi Pak Jokowi masih menerima Pak Menristek, lalu ada Rektor UI, siang tadi juga ada tamu Jepang dan jam 2 ini ada presidential lecture, terus malam nanti acara Golkar,” katanya.

    Meski tak ada pengetatan penjagaan, Fadjroel memastikan Presiden Jokowi tetap mengutamakan penindakan tegas atas kejadian tersebut.

    “Pak Jokowi pesan, apapun yang melandasi kejadian tersebut, siapapun pelakunya, harus ditindak tegas,” ujarnya.

    (gw/fin)