BPIP Goes To Campus

    PUSAT STUDI PANCASILA: Perwakilan dosen dari 99 perguruan tinggi negeri dan swasta dalam rangkaian Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloknas) Pusat Studi/Kajian Pancasila di Four Points by Sheraton Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12). Foto: Dok. BPIP RI

     

    * Setuju Dibentuk PSP/PKP di PTN dan PTS se-Indonesia

    MAKASSAR – Membumikan Pancasila bukan hanya kewajiban pemerintah. Semua elemen masyarakat diminta turut serta mengembangkan idelogi negara ini. Termasuk perguruan tinggi. Peran dosen dan mahasiswa dinilai sangat penting untuk menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI. Salah satu gagasannya adalah BPIP Goes to Campus.

    Hal itulah menjadi kesepakatan antara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan perwakilan dosen dari 99 perguruan tinggi negeri dan swasta dalam rangkaian Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloknas) Pusat Studi/Kajian Pancasila di Four Points by Sheraton Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12).

    BPIP setuju pembentukan Pusat Studi Pancasila (PSP) atau Pusat Kajian Pancasila (PKP) di perguruan tinggi alias kampus. Tujuannya agar di era milenial abad 21 ini, para mahasiswa dapat memahami arti dan makna Pancasila sesungguhnya.

    SALAM PANCASILA: Kasubdit Humas, dan Ormaspol, Direktorat Hubungan Antar Lembaga, dan Kerjasama, Deputi HAL dan SKJ, BPIP RI, Hery Gunawan Daulay saat menutup rangkaian Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloknas) Pusat Studi/Kajian Pancasila di Four Points by Sheraton Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12). Foto: Dok. BPIP RI

    Kasubdit Humas, dan Ormaspol, Direktorat Hubungan Antar Lembaga, dan Kerjasama, Deputi HAL dan SKJ, BPIP RI, Hery Gunawan Daulay mengatakan perguruan tinggi diharapkan memperkuat pemahaman Pancasila pada era kekinian. “Karena itu diperlukan jaringan kerjasama antara BPIP dengan Pusat-pusat Studi/Kajian Pancasila atau sejenisnya di lingkungan Perguruan Tinggi. Hal ini bertujuan pembumian Pancasila,” ujar Hery Daulay saat menutup Semiloknas Pusat Studi/Kajian Pancasila di Four Points by Sheraton Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12).

    Mantan Kepala Sub Bagian Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini juga mengucapkan terima kasih kepada para dosen yang telah merumuskan poin penting kerjasama dan penguatan lembaga kajian di PTN dan PTS. “Semoga 2020 mendatang rumusan kerjasama ini direalisasikan antara kampus dengan BPIP,” imbuh Herry Daulay seraya mengajak seluruh peserta memberi tanda salam Pancasila.

    Menanggapi BPIP Goes to Campus, dosen PPKn FIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Gunawan Santoso menyambut baik kesepakatan tersebut. Menurutnya dari persepsi pendidikan, tugas BPIP adalah melaksanakan perintah Presiden RI.

    “Ini sesuai dengan Perpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang BPIP Pasal 3. Di antaranya merumuskan, menyusun dan menyelenggarakan standarisasi pendidikan serta pelatihan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi,” ujar Gunawan di sela-sela rangkaian Semiloknas Pusat Studi/Kajian Pancasila di Four Points by Sheraton Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12).

    Selain itu, UU nomor 12 tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Terutama Pasal 35 ayat 3 dan 5. Yang mana isinya mewajibkan perguruan tinggi memuat kurikulum mata kuliah: Agama, Pancasila, Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia.

    Menurut Gunawan, dasar hukum inilah yang menjadikan payung untuk memisahkan antara mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Pendidikan Pancasila. “Dasar hukum ini pula yang memudahkan kerjasama antara BPIP RI dengan PTN/PTS se-Indonesia dalam membentuk Pusat Studi Pancasila (PSP) atau Pusat Kajian Pancasila (PKP) di kampus,” jelasnya.

    Adapun tahapannya, lanjut Gunawan, melalui SK Rektor kemudian dilanjutkan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (MoA). “Harapannya minimal perwakilan PTN/PTS di kabupaten dan Kota di Indonesia dapat membuat PSP/PKP. Agar BPIP dapat Goes to Campus yang ditopang dengan anggaran dari perguruan tinggi dan BPIP. Tentu melalui kerjasma MoA dan MoU dalam penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan untuk menggali mutiara-mutiara Pancasila berbasis local wisdom. Baik melalui kuliah umum, diskusi, seminar, lokakarya, simposium, riset ke-Pancasila-an, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, yang menghasilkan regulasi kebhinnekaan persatuan Indonesia,” ucap alumni Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung ini.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here