Tumpuan Masih di Sektor Ganda

JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti)tetap menargetkan dua medali emas pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Nomor ganda putri dan dan ganda campuran menjadi tumpuan harapan mereka.

SEA Games 2019 Filipina akan berlangsung mulai 30 September hingga 11 Desember 2019, mendatang. Akan tetapi, cabang olahraga (cabor) tenis baru akan memulai pertandingan pada 1 Desember 2019. Artinya, masih ada waktu kurang lebih dua pekan untuk tim tenis Indonesia mempersiapkan diri menjelang ajang tersebut.

Tak ayal, Turnamen BNI Tenis Open 2019 menjadi ajang persiapan terakhir atlet timnas tenis Indonesia sebelum bertolak ke Filipina. Ya, dalam ajang yang sudah mulai berlangsung sejak 16-22 November 2019 itu para atlet pelatnas seperti Christopher Rungkat, David Agung dan Anthony Susanto, Aldila Sutjiadi, Beatrice Gumulya, Jessy Rompies, dan Priska Madelyn Nugroho turut serta.

“Ini ajang (BNI Tenis Open 2019) merupakan turnamen terakhir untuk persiapan SEA Games. Mudah-mudahan kita bisa melihat prestasi terbaik di SEA Games. Dan semoga kita bisa menyumbangkan medali emas sesuai target yang diinginkan yakni dua emas,” ungkap Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda dalam agenda main draw BNI Tenis Open 2019 di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, kemarin

Namun sejauh ini, Rildo mengaku bahwa pihaknya belum menentukan siapa yang akan bermain di ganda dan siapa yang bermain tunggal pada SEA Games 2019. Oleh karena itu, BNI Tenis Open menjadi agenda menyusun komposisi tim yang pas.

Di sisi lain, Christopher Rungkat berpeluang tampil di nomor ganda campuran menjadi unggulan Indonesia merebut medali Emas pada SEA Games 2019. Sebelum terjun ke SEA Games dan bermain di BNI Open, Christo —sapaan akrabnya— juga sempat berlatih di Amerika Serikat. Cristo optimistis target medali emas bisa tercapai.

“Ya, yang pastinya saya menargetkan meraih emas pada SEA Games nanti. Dan tentunya, saya senang dengan diadakannya kejauraan BNI Tenis Open 2019 ini. Karena kejuaran ini menjadi ajang persiapan kita menjelang SEA Games nanti,” ungkapnya.

Meski demikian, Christo enggan menganggap remeh lawan-lawan yang bakal dihadapinya dalam SEA Games nanti. Ia mengatakan, indonesia memiliki pesaing berat di level Asia Tenggara. Selain Thailand, ia juga mewaspadai Vietnam yang dikabarkan bakal memainkan atlet naturalisasi dari AS di SEA Games nanti. Selain itu tuan rumah Filipina juga tak lepas dari kewaspadaan Christo. “Thailand, Vietnam dan tuan rumah Filipina tetap menjadi tim yang wajib kita waspadai,” terangnya.

Hal serupa juga diungkapkan, petenis yang kemungkinan besar bakal dipasangkan oleh Christo di SEA Games nanti. Ia adalah, Aldial Sutijiadi. Meski ia mengakui persaingan di SEA Games akan sangat sulit, namun ia yakin bisa memberikan yang terbaik pada ajang tersebut.

“Thailand yah (pesaing Indonesia), karena tim wanita dan putranya, sama rata seperti tim Indonesia. Namun, saya tetap optimis, walaupun rangking saya di bawah tim thailand, akan tetapi, kita masih bisa bersaing dengan mereka,” tegas Aldila.

Untuk diketahui, Turnamen BNI Tennis Open yang berhadiah total sebesar 250 juta rupiah menjadi magnet bagi petenis papan atas Indonesia, baik putra maupun putri, untuk meramaikan turnamen yang masuk dalam kalender kompetisi resmi PP Pelti (TDP) ini.

Selain itu, kejuaraan yang diikuti oleh 140 petenis Indonesia dan beberapa petenis Singapura itu bakal menjadi ajang perebutan poin yang bakal berpengaruh pada tingkat nasional.

(gie/fin/tgr)