Fahri Hamzah: Soekarno adalah Negarawan, Sukmawati Kebingungan

    Fahri Hamzah (Foto: Instagram)

    JAKARTA- Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora), Fahri Hamzah menilai, Sukmawati tidak bisa membedakan antara seorang Nabi yang merupakan utusan Tuhan, dan seorang tokoh negara.

    Kesalahan Sukma adalah karena tidak mengerti beda antara Nabi sebagai utusan Tuhan dan tokoh negara pada umumnya. Itulah beda anak dengan bapak. Sukarno adalah negarawan besar sementara Sukma dalam kebingungan besar. Mari kita perbanyak bacaan. Mari ambil pelajaran,” cuit Fahri melalui akun twitternya, Selasa (19/11).

    Fahri melanjutkan, kasus ucapan Sukmawati yang kontroversi justru bertepatan pada hari ulang tahun Muhammadiyah yang ke-107.  “Adalah pelajaran penting tentang warna Islam proklamator kita itu. Tidak saja anak cucunya, kita pun Perlu belajar lagi. Agar jangan salah.” Tulisnya.

    Untuk itu, mantan Wakil Ketua DPR RI ini menyarankan agar anak cucu Soekarno bisa menjadi penengah. Dia mencontohkan seperti Puan Maharani.

    Saya sebetulnya menyarankan kepada anak dan cucu #BungKarno agar sedikit ke tengah. Jangan terlalu ke kiri. Seperti Mbak puan, akar Islam sumateranya lebih Kuat karena pak Taufik Kiemas ayah beliau adalah anak keturunan Masyumi. Akan menarik menyaksikan varian baru itu,” ujar Fahri.

    BungKarno juga menjadi pahlawan di negara2 Islam di timur tengah. Saya mengunjungi negara2 itu dan menemukan “jalan Sukarno” di jantung2 kota mereka. Sekali lagi, bacaan yang luas membuat beliau mengalami pertemuan pikiran yang meluas. Menjadi tokoh dunia yang terkenal,“pungkasnya. (dal/fin)