Duta Besar Israel Beri Kuliah, Mahasiswa Hardvar Kompak Keluar Ruangan

Dani Dayan (AF)

AS- Lusinan mahasiswa Harvard memilih keluar dari ruangan ketika duta besar Israel, Dani Dayan mengisi materi tentang Strategi Hukum Pemukiman Israel, pada awal pekan lalu.

Dilansir Arabnews, Para Mahasiswa memegang sejumlah kertas yang bertuliskan “Pemukiman adalah kejahatan perang”. Mereka pun keluar dengan diam tanpa berbicara.

Melihat itu, Dayan menyebut para mahasiswa sebagai “sekelompok pecundang. Dia mengatakan itu lewa akun twitternya.

Para mahasiswa mengaku kecewa dengan kehadiran Dani Dayan di kampus tersebut. Kehadiran Dayan disebut sebagai propaganda.

“Saya kecewa bahwa Sekolah Hukum Harvard akan membiarkan propaganda semacam ini untuk proyek kolonial untuk akumulasi dengan perampasan dibingkai sebagai” legal,” kata seorang organisator mahasiswa dikutip oleh Komite Solidaritas Palestina Harvard College (HCPSC).

“Ini tidak hanya melibatkan tetapi juga tidak jujur,” tambah siswa itu.

Dani Dayan, adalah Duta Besar Israel di New York. Dia yang mengadvokasi pendirian dan pemeliharaan permukiman Israel di Tepi Barat.

“Mari kita perjelas, ada konsensus di antara komunitas internasional bahwa permukiman Israel ilegal menurut hukum internasional dan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa Keempat,” kata siswa salah satu mahasiswa yang dikutip oleh HCPSC. (dal/fin)