Timnas U-23: Empat Pemain Dipulangkan

Indra Sjafri

BOGOR – Pelatih Timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri baru saja memulangkan empat pemain. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi dari dua kali laga uji coba internasional melawan Iran.

Dengan pemulangan empat pemain ini, maka skuat Garuda Muda yang akan tampil di SEA Games 2019 Filipina berjumlah 24 pemain. Keempat pemain yang dipulangkan ke klub, yakni Hanif Sjahbandi (Arema FC), Alberto Goncalves (Madura United), Muhammad Hambali Tolib (Persela Lamongan) dan Muhammad Rifad Marasabessy (PS Tira Persikabo).

Dilansir dari siaran resmi PSSI, Indra Sjafrie mengatakan, pada SEA Games 2019 setiap tim hanya diperbolehkan membawa 20 pemain. Ada kemungkinan empat pemain lainnya akan dipulangkan jika tak mampu memenuhi standart tinggi yang diterapkan Indra Sjafri.

“Karena itu secara bertahap kita kurangi jumlahnya. Pemain yang bertahan dalam tim adalah para pemain yang memang saya nilai sesuai dengan kebutuhan skema dan strategi tim,” jelasnya.

Di ajang SEA Games 2019, Indonesia berada di Grup B bersama Thailand, Vietnam, Laos, Singapura dan Brunei Darussalam. Di laga pertama, Indonesia harus menghadapi Thailand, 26 November nanti.

Bagi Indra, duel pertama melawan Thailand adalah laga krusial. Jika bisa melewati Thailand, maka langkah berikutnya akan lebih mudah.

Untuk tampil di SEA Games, Indra Sjafrie telah mempersiapkannya sejak awal tahun 2019. Di awal tahun, timnas Indonesia sukses menjuarai turnamen Piala AFF U22. Setelah itu mereka tampil di ajang kualifikasi Piala Asia U23 2020.

Pada ajang ini, Indonesia kalah bersaing dengan Vietnam dan Thailand. Pada akhir bulan Oktober, timnas Indonesia mengikuti turnamen empat negara yang diikuti tuan rumah China, Jordan, dan Arab Saudi.

Terakhir Indonesia beruji coba dua kali dengan Iran dengan hasil positif 1-1 dan menang 2-1.

“Kita punya persiapan yang lumayan bagus. Beberapa laga dalam turnamen dan uji coba, mematangkan permainan tim,” ujarnya.

“Pemain kita bisa merespons permainan lawan dengan baik. Mereka main dengan sabar. Kita harus percaya dan support ke tim ini. Insya Allah kita akan berusaha untuk menang,” tambahnya.

Di sisi lain, Timnas Indonesia Senior akan menjalani laga tandang melawan Malaysia. Pertandingan lanjutan grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 itu akan digelar di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, besok (19/11). Panitia pelaksana pertandingan mengalokasikan tiket untuk suporter Indonesia di area Kategori Satu gate E stadion.

“Sesuai regulasi pihak panpel hanya menyediakan kuota 5 perrsen dari tiket yang dijual, yakni sebanyak 4.400 tiket. Pembelian tiket hanya melalui online di website pssi.org. Suporter Indonesia ditempatkan di kategori I gate E,” jelas Head of Infrasructure and Security PSSI, Nugraho Setiawan, seusai rapat koordinasi dengan penitia pelaksana pertandingan (LOC) Malaysia di Kuala Lumpur, Minggu (17/11).

Suporter Indonesia disarankan tidak membeli tiket dari pihak lain karena posisi tempat duduk mereka akan berbeda nantinya. Pihak panitia telah menyiapkan gate khusus untuk suporter Indonesia, yakni di gate E dan semua akan diarahkan ke gate ini.

Para suporter diharapkan tiba di stadion sebelum pukul 16.00. Jika, lewat dari pukul 16.00, maka tidak akan diperkenankan masuk ke Stadion.Pendukung Indonesia diharapkan langsung berkumpul di gate itu dan jangan berkumpul atau memisahkan diri.

“Suporter yang membawa bendera, banner, drum diharapkan masuk sebelum pukul 15.00. Suporter dilarang membawa flare, petasan atau sejenisnya,” jelas Nugroho.

Hal lain, ketika pertandingan berakhir, mana kala ada situasi yang dinilai kurang kondusif, suporter Indonesia tidak diperkenankan keluar terlebih dahulu dari stadion. Suporter Indonesia harus menunggu suporter tim tuan rumah keluar terlebih dahulu sampai habis.

Koordinator suporter Indonesia yang menyewa bus bisa meminta pengawalan pihak kepolisian dari Bandara dan akan langsung menuju Gate E, jika datang sebelum pukul 15.00. Menurut Nugroho, pihak panpel menyiapkan sekitar 1.750 aparat kepolisian untuk pengamanan.

(dbs/fin/tgr)