Ada Peluang Benzema Bela Aljazair

PARIS – Entah apa yang merasuki Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Noel Le Graet, kemarin. Tanpa sebab, ia menyebut karier Karim Benzema bersama Les Blues- sebutan Timnas Prancis telah berakhir.

Beruntung, pernyataan itu keluar setelah Prancis menguncu tiket ke putaran final Euro 2020. Jika tidak, fokus tim asuhan Didier Deschamps bakal terganggu lewat intrik dan kepentingan elit membuat noda pemain lama dimunculkan kembali.

“Dia (Karim Benzema) adalah pemain hebat, saya tidak pernah mempertanyakan apa yang telah diberikannya kepada kami, di Real Madrid sudah ditunjukkannya. Sayang, kini perannya di Timnas Prancis sudah berakhir,” ujar Le Great menanggapi pernyataan entrenador Real Zinedine Zidane bahwa Benzema layak kembali ke Prancis.

Sudah empat tahun, striker Real Madrid itu absen membela Les Blues. Terakhir kali Karim Benzema membela Prancis adalah ketika menang 4-0 atas Armenia pada 10 Agustus 2015.

Ini merupakan buntut dari skandal video seks pada 2015 yang juga menyeret eks winger Prancis Mathieu Valbuena. Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, menegaskan tidak akan pernah memanggil Benzema ke timnya. Bagi Deschamps, pemanggilan pemain 31 tahun tersebut akan menciptakan rasa tidak nyaman di Les Blues.

Pernyataan Le Great jelas membuat Jebolan akademi Olympique Lyon itu langsung naik pitam. Dia kemudian mencurahkan emosinya dengan cuitan di Twitter. Coco–julukan Benzema–mengatakan bahwa dia akan membuktikan bahwa dia belum habis bersama timnas negara lain.

Kebetulan, performa Coco–julukan Benzema–musim ini cukup impresif. Mencetak 11 gol dan 5 assist dari 15 pertandingan bersama Real di semua ajang. Sejak musim 2015-2016 yang jadi tanda Benzema terdepak dari Prancis, total 100 gol dan 42 assist diciptakannya di level klub. Nominal itu hanya kalah dari Antoine Griezmann (112 gol dan 47 assist) yang jadi langganan starter Deschamps saat ini.
Itu pun Gri berusia empat tahun lebih muda dari Benzema. Bersama Prancis, Benzema mencatatkan 81 caps dengan 27 gol dan 18 assist.

Ada kemungkinan memilih Aljazair. Sebab, negara itu merupakan asal usul ayah dan ibu Benzema, Hafid dan Wahida Djebbara. Sama halnya dengan asal kakek nenek Zinedine Zidane.

Pertanyaannya, bisakah Benzema bergani timnas? Padahal, dalam statuta FIFA pasal 18 tercantum bahwa setiap pemain yang telah berpartisipasi dalam pertandingan (baik secara penuh atau sebagian) dalam kompetisi resmi kategori apa pun atau jenis sepak bola apa pun untuk satu asosiasi tidak bisa bermain dalam pertandingan internasional untuk tim perwakilan dari asosiasi lain.

Selain itu, Benzema juga tidak memiliki kewarganegaraan ganda Aljazair dan Prancis. Sebab, di Prancis yang jadi negara kelahirannya, ia hanya dapat memiliki satu paspor. Hal itu juga berlaku di Amerika Serikat. Hal berbeda berlaku bagi Spanyol yang diperbolehkan punya paspor ganda.

Tetapi, jika tekad Benzema sudah bulat untuk pindah timnas, maka dia harus total. Ya, Benzema bisa pindah timnas jika dia juga mengubah paspor dan status warga negaranya awal menjadi negara tujuan. Artinya, Benzema harus berurusan dengan pemerintah Prancis yang tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

”Jika seorang pemain yang telah diturunkan oleh asosiasinya dalam pertandingan internasional sesuai dengan pasal 5 ayat 2 bisa secara permanen kehilangan kewarganegaraan dari negara itu tanpa persetujuannya atau bertentangan dengan kehendaknya karena keputusan oleh otoritas pemerintah, ia dapat meminta izin untuk bermain bagi asosiasi lain yang kewarganegaraannya telah atau telah diperolehnya,” bunyi statuta FIFA pasal 18 ayat 2.

Setelah mendapat kewarganegaraan baru, Benzema harus pergi ke sekretariat umum FIFA untuk mendapatkan persetujuan bermain untuk negara lain seperti tertuang dalam pasal 15 ayat 3. Itu pun dia masih harus menunggu waktu agar disahkan oleh komite status pemain FIFA.

(dbs/fin/tgr)