JPU Kasus Ahok Jadi JAM Pidum

Sejumlah pekerja menyelesaikan kerjanya di atas JPO kawasan Jembatan Gantung, Jakarta, (11/11). Timbul kontroversi JPO yang sedang di slesaikan hapir 80% ini, apa termasuk anggaran Diangka Rp56 miliar untuk revitalisasi 3 JPO di era Anies dibandingkan dengan angka 9 miliar untuk 61 JPO di era Ahok. FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWROK.

JAKARTA – Setelah lama tak berpenghuni, tiga posisi Jaksa Agung Muda (JAM) di Kejaksaan Agung akhirnya terisi. Ini setelah diterbitkannya Keputusan Presiden (Keppres) terkait penunjukan nama-nama untuk posisi JAM yang kosong.

Posisi itu yakni Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum ), Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usah Negara (JAM Datun) dan Jaksa Agung Muda Pembinaan (JAM Bin). “Soal posisi tiga JAM yang kosong hari Senin nantyi, saya akan lantik tiga Jaksa Agung Muda,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung Jakarta, Jumat (15/11).

Selain melantik tiga JAM , Burhanuddin juga akan melantik tiga staf ahli Jaksa Agung. Pelantikan ini dilakukan setelah adanya Keppres. “Staf ahli juga saya akan lantik Senin nanti,” imbuhnya.

Disinggung soal siapa saja yang mengisi posisi ketiga JAM, Burhanuddin masih enggan mengungkapkannya. “Nanti saja hari Senin. Setelah dilantik kan tahu nanti siapa pejabatnya,” pungkas Burhanuddin.

Sementara, Koordinator Masyarakat Anti Koprasi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengapresiasi telah diisinya tiga posisi JAM yang sudah lama kosong. “Baguslah, kita apresiasi. Supaya kerja kejaksaan lebih cepat,” kata Boyamin saat dihubungi FIN di Jakarta, Jumat (15/11).

Dia meminta pejabat JAM yang baru untuk bisa bekerja cepat sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Tujuannya agar tidak terjadi penghambatan kinerja. “Langsung kerja , jangan banyak seremoni,” tutupnya.

Informasi yang beredar di awak media ada enam nama yang tertera dalam Keppres soal pengisian jabatan eselon 1 di Kejaksaan Agung. Yakni posisi JAM Pidum dijabat oleh Ali Mukartono yang kini menjabat Plt dan Ses JAM Pidum. Sosok Ali ini sempat terkenal setelah menjadi jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kemudian JAM Datun diisi oleh Fery Wibisono yang saat ini staf ahli Jaksa Agung. Sementara JAM Bin ditempati Bambang Rukmono yang saat ini menjabat Ses JAM Pidsus.

Sementara untuk posisi staf ahli, ada tiga orang. Yakni Tony Spontana yang kini menjabat Ses JAM Was ditunjuk menjadi Sfat Ahli Jaksa Agung Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kemudian, Sugeng Purnomo kini Kejati Sumatera Selatan menjadi Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pidana Umum. Terakhir, Hidayatullah Inspektur di JAM Was menjadi Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pengawasan.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengungkapkan Presiden Joko Widodo telah memutuskan nama-nama yang akan menjabat jaksa agung muda (JAM). Ada 24 jabatan yang telah diputuskan dan disetujui. Di antara 24 jabatan itu, ada 6 jabatan sangat strategis bagi DPR RI. Selain itu, ada juga untuk posisi JAM Pidum, JAM Datun dan JAM Bin.

(lan/fin/rh)