JAKARTA – Tahukah Anda jika di belahan dunia lain, ada kebiasaan tertentu yang yang dilakukan orang-orang dari awal hingga akhir bulan November, yakni menghindari apa yang namanya masturbasi dan berhubungan intim. 

Intinya adalah untuk menjalani praktek bernama “semen retention” yang oleh para praktisionernya, dianggap baik untuk meningkatkan kesehatan, tidak hanya mental namun juga fisik, memerangi kelelahan, rasa malas, gangguan kecemasan depresi dan lainnya.

Namun pertanyaannya, benarkah tidak mengeluarkan air mani lewat mastrubasi atau hubungan seks dalam waktu lama, dapat memberikan manfaat yang dimaksud?

Well, menurut Christopher Carrubba, MD, seorang dokter yang juga konsultan medis, dalam wawancaranya dengan Men’s Health mengatakan hal yang bertolak belakang. 

“Hingga hari ini, belum ada riset yang mendokumentasikan manfaat psikologis dari melakukan semen retention,” kata dokter Carruba.

“Adapun manfaat (yang dilaporkan orang-oranga terkait praktek ini) adalah murni (catatan) anekdot, dan juga (manfaat yang diklaim) bisa disebabkan oleh efek plasebo,” tegas dia.(ruf/fin)