Konsumsi Ganja dan Gangguan Otak

Ilustrasi: Pixabay

BORDEAUX – Marijuana atau ganja atau juga biasa disebut cimeng , adalah salah satu jenis narkoba yang dilarang penggunaannya di tanah air. 

Untuk berbagai alasan, psikotropika yang mengandung tetrahidrokanabinol dan kanabidiol ini dilarang penggunaannya. 

Dan menurut sebuah studi, tidak hanya dapat menyebabkan pemakainya teler, penggunaan ganja ternyata ada kaitannya dengan masalah ingatan pada manusia. 

Menurutu studi yang dikepalai Dr. Giovanni Marsicano dari University of Bordeaux. senyawa kimia yang dimiliki jenis tanaman ini, dapat mengaktifkan reseptor mitokondria pada pusat ingatan otak dan menyebabkan seseorang hilang ingatan.

Menurut data National Institute on Drug Abuse (NIDA), setidaknya terdapat 100 jenis cannabinoid, kandungan aktif pada tanaman ganja, termasuk di antaranya psikoaktif delta-9-tetrahydrocannabinol (THC).

Cannabinoid sendiri, punya  struktur yang menyerupai anandamide, yang secara natural diproduksi oleh tubuh manusia. Cannabinoid alami ini, berfungsi sebagai neurotransmitter yang punya tugas mengirim sinyal antara sel saraf atau neuron,

Neurotransmitter sendiri adalah yang bertanggungjawab atas beberapa fungsi tubuh Anda, seperti persepsi pancaindera, pergerakan tubuh, emosi, koordinasi, ingatan dan salah satunya kemampuan orang untuk berpikir.

Lalu apa bahayanya terhadap tubuh? Well,  THC dan cannabinoid dari ganja ternyata memiliki kemampuan untuk menyatu dengan receptor cannabinoid yang terletak pada neuron dan menghidupkan beberapa fungsi area pada beberapa bagian otak

Akibatnya, cannabinoid mampu mengubah fungsi otak yang tadinya normal, dan menyebabkan terjadinya perubahan negatif, tidak hanya terhadap mental akan tetapi juga fisik seseorang.

Dan salah satu yang terdampak dari konsumsi ganja ini, adalah fungsi hippocampus,  salah satu bagian otak yang menjalankan fungsi pembentukan memori, atau kemampuan seseorang untuk mengingat informasi.(ruf/fin)