Hong Kong Open 2019: Dua Wakil Indonesia Tumbang

Foto: Istimewah

HONG KONG – Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja sukses melangkah ke babak kedua Hong Kong Open 2019. Sayang, hasil itu tak mampu diikuti oleh dua pasangan ganda campuran Merah Putih lainnya yakni, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang harus tumbang di babak pertama.

Hafiz/Gloria berhasil melangkah ke babak kedua usai mengalahkan Wang Chi-Lin/Cheng Chi- Ya. Bertanding di Hong Kong Coliseum, Hong Kong, Selasa (12/11) kemarin, Hafiz/Gloria berhasil mengalahkan wakil Taiwan itu lewat pertarungan rubber game dengan skor 17-21, 21-8 dan 21-13. Kehilangan game pertama, Hafiz/Gloria mengubah taktik dan strategi mereka di game kedua dan ketiga.

Wakil Indonesia itu langsung bermain lebih agresif dan menyulitkan pergerakan Wang/Cheng dan berhasil merebut game kedua dan ketiga tersebut.

“Di game pertama, kami masih belum bisa mengatasi kondisi angin di lapangan. Waktu latihan kami juga belum pernah mencoba lapangan tempat kami bertanding ini. Feeling-nya belum dapat, banyak pukulan kami yang tidak pas,” ungkap Gloria seperti dikutip Fajar Indonesia Network (FIN) dari siaran resmi PBSI, kemarin.

Selain membawa mereka ke babak berikutnya, kemenangan yang dibukukan Hafiz/Gloria dalam tempo 47 menit tersebut sekaligus menjadi revans atas kekalahan pada perempat final Macau Open 2019. Kala itu, Hafiz/Gloria kalah dua gim langsung dengan skor 20-22, 26-28. “Kami kalah di pertemuan sebelumnya di Makau, karena salah cara main, sekarang lebih mengatur dan nggak kencang-kencang terus, karena kalau adu kencang-kencangan pukulan bisa kalah sama lawan yang pukulannya lebih kencang. Jadi kali ini kami belajar dari kesalahan,” jelas Hafiz.

Dengan hasil ini Hafiz/Gloria berhak atas tiket babak kedua turnamen Level Super 500 tersebut. Di babak kedua itu, Hafiz/Gloria yang kini menduduki peringkat sembilan dunia bakal menghadapi pasangan suami istri asal Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock, Kamis (14/11) besok.

Sejauh ini, Hafiz/Gloria sudah pernah dua kali bertemu dengan pasangan yang menduduki peringkat 11 dunia tersebut dengan kedudukan imbang 1-1. Terakhir mereka bertemua di ajang Denmark Open 2018. Saat itu, Hafiz/Gloria harus kalah oleh Dua Adcock dalam dua set langsung 12-21 dan 18-21.

Sayangnya, keberhasilan mereka tak mampu disusul dua pasangan ganda campuran Indonesia lainnya yakni Tontowi/Winny dan Rinov/Pitha yang harus angkat koper lebih dulu usai tersingkir di babak pertama. Tontowi/Winny sendiri gagal melangkah ke babak kedua usai dikalahkan wakil Jepang, Takuro Hoki/Wakana Nagahara dua set langsung dengan skor 22-20 21-18.

Sedangkan, Rinov/Pitha kalah dari unggulan keenam asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying 21-16 dan 21-16. Di nomor ganda campuran Indonesia masih memiliki satu harapan untuk bisa melangkah ke babak kedua, yaknu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang baru akan bertanding menghadapi wakil Taiwan, Choi Po-Hsuan/Hu Ling Fang, hari ini.

Pelatih kepala tunggal putra PBSI, Hendry Saputra mengharapkan tim tunggal putra mampu tampil gemilang di ajang Hong Kong Open 2019 kali ini. Hal itu, lantaran Hendry menilai tim tunggal putra masih belum bisa tampil konsisten.

Apalagi dinilainya, pada ajang Fuzhou China Open 2019, pekan kemarin tiga wakil tunggal putra pelatnas belum meraih capaian maksimal. Ya, pada turnamen level Super 750 itu ketiga tunggal putra pelatan masih belum tamil maksimal.

Seperti, Anthony Sinisuka Ginting takluk di babak pertama dari Ng Ka Long Angus (Hong Kong), dengan skor 18-21, 9-21. Sedangkan Shesar Hiren Rhustavito di babak pertama dihentikan rekan sepelatnas, Jonatan Christie, dengan skor 18-21, 17-21.

Pada babak perempat final, Jonatan dikalahkan Anders Antonsen (Denmark), dengan skor 16-21, 11-21. Sementara itu, pemain profesional Tommy Sugiarto, juga harus mengakui keunggulan Sai Praneeth (India), di babak pertama, dengan skor 21-15, 12-21, 10-21.

“Kalau secara keseluruhan, saya lihat semuanya belum stabil. Dalam fokus penggunaan cara mainnya, dari baca perubahan lawan hingga pukulannya kurang tepat. Di sini saya lihat mereka belum matang, bukan tidak bisa main bagus, tapi ini perlu waktu. Untuk fisik dan stamina sudah oke,” tandas Hendra.

(gie/fin/tgr)