Ronaldo-Sarri Mulai Tidak Harmonis

C Ronaldo/ Ilustrasi: Syaiful Amri

TURIN – Juventus baru saja sukses mengalahkan Milan dengan skor tipis 1-0. Gol penentu kemenangan dicetak Paulo Dybala di menit 77.

Namun ada satu hal yang mencuri perhatian dalam laga tersebut, yaitu saat striker Juventus Cristiano Ronaldo digantikan oleh Dybala di menit ke-55, peraih lima kali penghargaan Ballon D’or itu seperti tak terima dan melampiaskan kekecewaannya dengan langsung menuju ruang ganti.

Sementara, sang pelatih, Maurizio Sarri tampak acuh tak acuh atas sikap tersebut. Keputusannya menarik Ronaldo mengundang banyak sorotan. Para tifosi La Vechhia Signora menyinggung ketidak harmonisan antara Sarri dan Ronaldo. Ekspresi kekecewaan pemain asal Portugal itu sengaja ditunjukkan sebagai akumulasi kemarahannya yang beberapa kali ditarik di tengah panasnya laga.

Tanda-tanda kekesalan eks bomber Real Madrid sudah terlihat saat Juventus bertemu Lokomotiv Moscow d ajang Liga Champions, pekan lalu. Sama seperti pertandingan kali ini, ia juga harus keluar lebih dulu untuk digantikan dengan Dybala. Dalam laga kemarin, Ronaldo sempat memberikan tanda dua kepada Sarri, dengan kata lain ia telah dua kali digantikan.

Ya, Meski senior, rasa ngambek Ronaldo tak kunjung menurun. Hal yang sama juga pernah ia tunjukkan kepada Zidane saat membela Real Madrid. Usai laga, Maurizio Sarri menganggap, kemarahan yang ditunjukkan adalah respon ketidakbugaran anak asuhnya.

” Dia (Ronaldo) sedang tidak fit. Kami sudah tahu itu. Sebelumnya selama beberapa hari dia merasa sedikit tidak nyaman dengan lututnya dan otot adduktornya juga mengalami kram,” kata Sarri dilansir dari Marca.

“Dia (Ronaldo) sudah mengeluhkan rasa sakit ini sejak akhir babak pertama. Sejak saat itu saya khawatir dia akan mencederai dirinya sendiri sehingga saya memutuskan untuk menariknya keluar karena saya tidak ingin mengambil risiko,” tambahnya.

Senin (11/11) pagi, tiga harian olahraga Italia, La Gazzette De Lo Sport, Corriere Dello Sport dan Tuttosport menjadikan foto pergantian Ronaldo-Dybala sebagai headline sampul. Lewat judul headline-nya, Tuttosport menggambarkan keputusan Sarri untuk menukar Ronaldo dengan Dybala menjadi penentu keberhasilan Juventus semalam.

Ya, meski bermain di kandang sendiri, Nyonya Tua langsung mengambil inisiatif serangan. Namun, hingga akhir babak pertama, skor tetap bertahan 0-0.

Pada menit 77, Dybala yang menggantikan CR7 akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Bomber Argentina itu mampu melewati kapten AC Milan, Alessio Romagnoli, dan langsung melepaskan tembakan ke pojok kanan gawang. Keunggulan 1-0 itu bertahan hingga pertandingan usai. Dybala tampil sebagai man of the match.

Hasil tersebut membuat Bianconeri kembali menggusur Inter Milan yang berada di puncak klasemen dengan 32 poin. Tim asuhan Maurizio Sarri itu unggul satu poin atas La Beneamata dari hasil 10 kali menang dan dua kali imbang.

Dilansir dari wawancara Skysport Italia, mantan pelatih Juventus yang kini menjadi pandit Serie A, Fabio Capello mengatakan, performa Ronaldo terancam menurun signifikan jika dirinya tetap memaksakan bermain 90 menit penuh.

“[Cristiano] adalah pemain hebat, tidak ada yang membantah hal itu, tapi dia belum bisa menggiring bola melewati siapa pun dalam tiga tahun terakhir,” kata Capello kepada Sky Sport Italia.

“Saat ini dia sedang tidak dalam kondisi terbaiknya dan itu normal untuk menggantikannya. Sarri tidak perlu bermain perasaan atas sikap Ronaldo,” katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Ronaldo langsung ke ruang ganti adalah hal yang tepat untuk menghindari perselisihan lebih meruncing. “Seseorang harus menjadi juara bahkan ketika dia diganti, tidak hanya ketika segalanya berjalan baik. Dia harus menghormati rekan satu timnya,” tambahnya.

Terpisah, Kiper Juventus Wojciech Szczesny bersimpati apa yang dilakukan Ronaldo. Menurutnya, ia pun akan bereaksi sama jika ia harus dikeluarkan lebih awal di babak kedua.

Saat disinggung Skysport Italia, ada kemungkinan bahwa Juventus akan ditinggalkan Ronaldo, menurut pemain asal Polandia hal itu tidak terlalu menggelisahkan.

“Kami tidak khawatir, saya percaya bahwa ketika pemain bintang diganti setelah 50 menit bermain, kemudian dia marah, bagi saya itu normal,” jelasnya.

“Saat ini dia sedang tidak sehat, tetapi tidak ada yang bisa meragukannya. Dia akan selalu membuat perbedaan. Semua sama, saya akan melakukan hal yang sama,” tandasnya.

(fin/tgr)