Penyuap Mustafa Divonis Setahun

Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa saat dimintai keterangan KPK. Foto: Dok/FIN

JAKARTA – Dua orang pengusaha yaitu pemilik PT. Purna Arena Yudha, Simon Susilo, dan Direktur PT. Sorento Nusantara, Budi Winarto alias Awi, masing-masing divonis satu tahun penjara karena dinilai terbukti menyuap Bupati Lampung Tengah Mustafa senilai total Rp12,5 miliar agar mendapat proyek pekerjaan jalan di Kabupaten Lampung Tengah.

Simon Susilo terbukti menyuap Mustafa senilai Rp7,5 miliar, sedangkan Budi Winarto menyerahkan uang Rp5 miliar kepada Mustafa melalui Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah Taufik Rahman demi mendapatkan proyek.

“Menyatakan terdakwa Simon Susilo dan Budi Winarto alias Awi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 1 tahun dan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan,” kata ketua majelis hakim Ni Made Sudani di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, kemarin (11/11).

Putusan itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang meminta agar Simon Susilo dan Budi Winarto divonis 2,5 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Vonis tersebut berdasarkan dakwaan pertama pasal 5 ayat 1 huruf a UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Majelis hakim yang terdiri dari Ni Made Sudani, Arifin dan Ugo tersebut juga tidak mengabulkan permohonan Simon maupun Awi untuk ditetapkan sebagai pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum (justice collaborator). “Majelis hakim berpendapat untuk menjadi justice collaborator tidak dapat dikabulkan,” tambah hakim Arifin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here