NasDem Kepengen Berkuasa

JAKARTA – Pemilu 2024 masih lima tahun lagi. Namun, Partai NasDem nampaknya sudah tidak sabar. Tak hanua menargetkan menang Pemilu, partai ini juga siap menggelar konvensi untuk menjaring calon presiden dan calon wakil presiden. Konvensi akan dimulai pada 2022 mendatang.

“NasDem akan melakukan konvensi untuk calon presiden pada Pemilu 2024. Prinsipnya, kami akan mencari calon-calon pemimpin dalam kontestasi pilpres nanti adalah putra-putri terbaik bangsa. Konvensi digelar secara terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat yang ingin ikut. Tidak hanya dari kader NasDem saja, tetapi terbuka untuk umum,” tegas kata Ketua Bidang Pemilu Wilayah Jateng-Yogyakarta Sugeng Suparwoto Sugeng Suparwoto di Kongres II NasDem, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).

Dia menyebut konvensi dilakukan dua tahun sebelum Pemilu 2024. Tepatnya pada 2022. “Sesuai aturan saja. Pemilu nanti kan digelar 2024. Dua tahun sebelumnya yakni 2022, konvensi NasDem bisa dilaksanakan. Dari konvensi itu, kita bisa mendapatkan calon-calon terbaik,” paparnya.

Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh menyatakan partainya terbuka mengusung calon pemimpin dari eksternal pada Pemilu 2024. Menurutnya, calon pemimpin dari NasDem tidak harus berasal dari kader. “Sesuai kapasitas yang dimiliki, maka beri kesempatan kepada siapapun yang dari luar partai,” ucap Paloh.

Dia menegaskan akan memberi ruang kepada semua anak bangsa yang punya potensi unggul. Partainya tidak akan membatasi pada satu atau dua calon saja. Semakin banyak pilihan, lanjutnya, akan menghadirkan beragam alternatif untuk diusung pada pemilu 2024. “Pilihannya bisa banyak. Mudah-mudahan dari pilihan itu, kita bisa cari yang terbaik dari yang baik. NasDem berupaya ke arah sana,” terangnya.

Tokoh-tokoh yang diusung pun tidak hanya berasal hanya dari satu wilayah. Misalnya Pulau Jawa saja. Tokoh dari dari berbagai daerah juga bisa ikut berkompetisi. “Ada Sumatera, ada Kalimantan, ada Sulawesi, ada Papua. Jangan pernah patah semangat membawa konsistensi pikiran-pikiran perubahan. Jangan terjebak pada selalu pikiran pragmatisme jangka pendek,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan dirinya terlalu jauh untuk membahas kemungkinan diusung NasDem pada kontestasi Pemilu 2024. Dia mengaku belum ada pembicaraan dengan NasDem terkait hal itu. Menurutnya, isu santer tersebut berasal dari pengamatan yang dilakukan oleh pihak luar.

“Kalau dikait-kaitkan tentu masih jauh. Ini belum saatnya. Saya masih fokus membahas yang dekat-dekat saja. Saat ini saya Gubernur Jawa Barat. Tugas saya di sana. Masih ada sisa waktu 4 tahun di Jawa Barat. Saya ingin berprestasi dan memberikan harapan kepada rakyat Jawa barat. Kalau ternyata positif diapresiasi, alhamdulillah. itu intinya dari tugas saya sekarang,” tegas Ridwan.

Dia belum bisa memberi kepastian mengenai kemungkinan dirinya maju dalam Pilpres 2024. Namun apabila dirinya telah melaksanakan amanat warga Jabar dengan baik , bukan tidak mungkin dirinya akan menerima tawaran tersebut. “Tapi itu pertanyaannya ditanyakannya pas menjelang pemilu. Jangan sekarang. Saat ini, Jabar fokus mendukung Jokowi Maruf,” pungkasnya.

Terpisah, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menduga manuver yang dilakukan Nasdem. Dia mensinyalir ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap Presiden Jokowi dan koalisi. Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu memandang kehadiran sejumlah gubernur dalam Kongres Nasdem, dapat dilihat sebagai bangunan komunikasi politik menuju Pilpres 2024.

“Pada tahun 2022 saya duga sudah dimulai arah Pilpres 2024. Mungkin bagi Nasdem, Anies Baswedan sedang di atas daun. Bagi NasDem mungkin Anies adalah masa depan. Sedangkan Jokowi dianggap sudah selesai pada 2024,” kata Pangi.

Menurutnya, manuver yang dilakukan Nasdem sudah tidak sehat. Sebab, gerakan Nasdem telah menyebabkan gangguan di internal koalisi partai pendukung Jokowi-Ma’ruf. Memang masih terlampau dini untuk memastikan Nasdem tidak akan loyal lagi kepada pemerintahan Jokowi. “Namun berdasarkan sinyal politik yang terlihat, tampak sekali Nasdem tengah melakukan manuver politik,” pungkasnya.

(rh/fin)