Menhub Takut Sriwijaya Air Celakai Penumpang

JAKARTA – Setelah putus nyambung, Maskapai Sriwijaya Air akhirnya mengakhiri kerja sama dengan Garuda Indonesia. Pisah kongsi tersebut mendapat perhatian Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya, agar Sriwijaya Air memperhatikan keselamatan penumpang.

Pasalnya, kerja sama yang terjalin pada 10 November 2018 itu bertujuan menyelamatkan Sriwijaya dari kebangkrutan akibat terlilit utang dari PT Pertamina Rp942 miliar, PT BNI Rp585 miliar, dan PT GMF Rp810 miliar.

“Ya kan Sriwijaya mengakhiri kerja sama dengan Garuda tapi dia sendiri punya hak untuk mengelola. Kita hargai sebagai korporasi untuk mengelola. Tapi kita juga harus meminta mereka mempersiapkan dengan baik karena kalau penerbangan berkaitan dengan safety,” ujarnya di Jakarta, kemarin (11/11).

Lanjut Budi, pihaknya telah memanggil pihak Sriwijaya Air terkait rencana apa yang akan diambil setelah tidak bekerjama lagi dengan Garuda. Dalam hal itu, selaku regulator meminta Sriwijaya untuk melengkapi syarat agar bisa terbang sebagai suatu korporasi.

“Kami sudah merapat dengan mereka, khususnya Dirjen Udara dan syarat-syarat yang dibutuhkan, sudah ada, jadi untuk operasional mereka bisa dilakukan,” ungkap mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu.

Pihaknya juga akan terus mengawasi pelayanan Sriwijaya Air ke depan. Hal itu dilakukan demi memastkan maskapai Sriwijaya Air dalam kondisi safety. “Kami akan mengawasi di setiap bandara-bandara yang di mana mereka terbang,” ucap dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here