Insan Perfilman yang Bersertifikasi Masih Sedikit

pixabay

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, bahwa sampai saat ini baru ada sekitar 20 insan perfilman yang memiliki sertifikat kompetensi.

Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud, Maman Wijaya mengatakan, bahwa jumlah insan perfilman yang memiliki sertifikat kompetensi saat ini memang masih terbilang sedikit. Mengingat, Rancangan Kualifikasi Nasional Bidang Perfilman ini masih baru.

“Untuk saat ini memamng masih sedikit, karena masih baru, dan kami juga masih merancang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bidang perfilman,” kata Maman, Senin (11//11)

Maman menambahkan, kedepan akan ada jenjang kualifikasi kompetensi bidang perfilman yang mengacu pada KKNI. Di mana, insan perfilman bisa mengetahui pada tingkatan berapa kompetensi dirinya, yang disesuiakan berdasarkan bidang keahlian.

“Contohnya teknisi maupun operator, itu kemampuan mereka disamakan dengan KKNI. Artinya, untuk jenjang satu hingga tiga dikelompokkan dalam jabatan operator, jenjang empat hingga enam dalam jabatan teknis atau analis, serta jabatan ahli untuk level tujuh hingga sembilan,” terangnya.

Menurut Maman, rancangan tersebut sudah sangat mendesak untuk diterapkan. Terlebih lagi, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini, tidak hanya sekadar memikirkan tenaga kerja, tetapi jaminan kompetensi apa yang bisa diberikan.

“Rancangan ini nantinya skalanya masih nasional, tapi sudah mengadopsi standar perfilman dunia. Mudah-mudahan, kedepan semakin banyak insan perfilman yang memiliki standar kompetensi sehingga bisa bersaing dengan insan perfilman internasional,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid mengatakan saat ini pemerintah tengah fokus memberikan perhatian pada dua bidang industri kreatif, yakni film dan musik.

Dengan memperbaiki tata kelola film dan musik. kita akan tingkatkan standar posisi di 14 bidang yang disepakati sebagai kompetensi keahlian di bidang perfilman,” katanya.

Hilmar menyebutkan, dari ke-14 bidang perfilman tersebut, umumnya masih didominasi oleh bidang produksi. Menurutnya, masih banyak kekosongan yang cukup besar pada bidang tersebut, karena banyak tenaga yang diperlukan untuk mengisi posisi itu.

“Saat ini industri kreatif di bidang perfilman akan terus didorong. ‚ÄúDengan adanya peningkatan kualifikasi dan kompetensi ini, diharapkan kekosongan bisa diisi. Sehingga distribusi diharapkan bisa masuk ke wilayah yang potensial. Dan tata kelola bisa jadi baik,” pungkasnya.

(der/fin)