Jokowi Terbitkan Perpres Wamen Kemendikbud

FIN.CO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik 12 wakil menteri (wamen). Keberadaan para menteri tersebut untuk memudahkan kerja menteri. Terkait wamen, Mantan Gubernur DKI jakarta itu menyebutkan baru ada dua penambahan wamen, yakni Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Wakil Panglima TNI.

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman ditemui di Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (10/11) membenarkan, dan hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) yang telah diteken, yakni Perpres Nomor 66 Tahun 2019 terkait jabatan Wakil Panglima TNI dan Perpres Nomor 72 Tahun 2019 terkait jabatan Wakil Menteri Pendidikan dak Kebudayaan.

“Yang sudah terbit wamen Kemendikbd dan wakil Panglima TNI,” ujar Fadjroel.

Sementara di luar itu, lanjut Fadjroel belum dibicarakan. Dengan demikian, yang sudah terbit terbit Perpersnya akn segera diproses. “Jadi yang sudah terbit (perpres) akan kita proses secepatnya, (sedang) dalam proses. Kemdikbud dan wakil panglima TNI,” ucap dia.

Mengenai kemungkinan wamendukbud dan wamen lain dihabat kader partai politik (parpol), Fadjroel tak menjawab secara eksplisit. “Pak Jokowi kan sudah minta maaf, sebesar-besarnya apabila belum diakomodir. Sekitar 300 lebih kan yang masuk nama, minta maaf apabila tidak diakomodir. Tapi pasti akan dipertimbangkan untuk jabatan-jabatan tertentu,” ujar dia.

Terpisah, Pengamat Pendidikan, Budi Trikorayanto mengatakan, setuju soal adanya wamen dalam Kemendikbud mengingat tugasnya cukup berat.

“Mendikbud yang sekarang juga menangangi perguruan tinggi (PT). Tugasnya sangat berat, mestinya da memiliki setidaknya dua wakil menteri,” ujar Budi kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (10/11).

Dia juga tidak mempermasalahkan latar belakang wamen yang akan membantu kerja Nadiem Makarim. Asalkan, memang wamen tersebut dapat meringankan tugas mendikbud.

“Silakan dari partai atau manapun asal sesuai dengan kebutuhan si mendikbud,” tukas dia.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sempat mengungkap kemungkinan Jokowi bakal menambah enam wamen. Meski begitu, Moeldoko belum merinci menteri-menteri yang bakal didampingi wamen. “Ada enam lagi rencana. Rencana. Tapi saya belum saya pastikan,” kata Moeldoko.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar juga angkat suara terkait keberadaan wamen. Menurut dia, akan memudahkan kerja dari para menteri.

“Keberadaan wamen ini memudahkan menteri. Fungsi politik birokrasi itu kan seremonial yang menegaskan pada masyarakat bahwa yang dikerjakan oleh pemerintah itu adalah hal yang positif dan itu perlu dilakukan,” kata Siti.

Dari sisi birokrasi, kata Siti, bagi menteri yang memiliki wamen menjadi semakin mudah dalam mengawasi birokrasi. “Terus dalam birokrasi, makin ada wamen ya makin terbantu menterinya untuk mengawasi birokrasi ke bawah,” ucap Siti Mantan sekretaris jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu.

Selain itu, fungsi wamen bisa menangani persoalan yang terjadi di masyarakat yang tengah heboh. “Fungsi populis yaitu fungsi di mana menangani persoalan itu adalah hal-hal yang merupakan masalah atau subjek di ruang publik yang sangat menonjol. Kalau wamennya gaul dan keren itu kan tambah menterinya,” ujar dia.(din/fin)