Pemerintah Fokus Kembangkan Industri Tekstil

JAKARTA – Industri tekstil dan pakaian menjadi salah satu dari lima sektor manufaktur yang menjadi diprioritaskan pengembangannya. Hal tersebut disokong dengan fakta dari Kementerian Perindustrian yang meneyebutkan bahwa industri tekstil dan pakaian jadi mencatatkan pertumbuhan tertinggi pada triwulan ketiga 2019.

Pertumbuhan sektor indsutri tersebu senilai 15,08 persen. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi 5,02 persen di periode yang sama.

Melalui keterangan tertulisnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pada Rabu (6/11) lalu bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional semakin kompetitif di kancah global karena telah memiliki daya saing tinggi. Hal ini didorong lantaran struktur industrinya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir.

“Kinerja gemilang dari industri tesktil karena sejalan dengan tingginya permintaan di pasar domestik, yang tercermin dari peningkatan produksi di sentra produksi tekstil dan pakaian jadi, khususnya wilayah Jawa Barat,” ungkap Menperin.

Agus menambahkan, Kemenperin juga proaktif memacu ekspor produk TPT nasional. Sebab, selain sebagai sektor padat karya, industri TPT memiliki orientasi ekspor.

“Oleh karena itu, beberapa langkah strategis dijalankan, antara lain mendorong perluasan akses pasar serta merestrukturisasi mesin dan peralatan,” lanjutnya.

Ia menyebut, untuk menggenjot daya saing industri TPT, banyak hal yang perlu dipacu. Misalnya, memudahkan ketersediaan bahan baku dan pasokan energi. Pemerintah pun tengah menyelesaikan aturan perlindungan (safeguard).

Menurut Menperin, aturan tersebut akan diterapkan dengan mengenakan bea masuk pada produk tekstil yang berasal dari luar negeri. Tujuannya untuk menjadi benteng pertahanan dari serbuan impor produk tekstil sehingga dinilai dapat melindungi industri nasional.

(rls/rdp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here