Madrid 6-0 Galatasaray: Pangeran Bernabeu

Real Madrid akhirnya menemukan ritme mereka di Liga Spanyol. Ini terlihat saat Madrid berhasil menang 2-0 atas Osasuna pada lanjutan Liga Spanyol, Kamis (26/9/2019) dini hari WIB. (FOTO: RealmadridCF)

MADRID – Rodrygo mengumumkan dirinya sebagai calon bintang besar Real Madrid pada matchday keempat Liga Champions. Penyerang 18 tahun tersebut membantu Real menggilas Galatasaray dengan mencetak hattrick.

STRIKER bernama lengkap Rodrygo Silva de Goes itu mencetak tiga gol dalam kemenangan 6-0 Madrid, kemarin. Hattrick sempurna dengan kaki kiri, kepala, dan kaki kanan tersebut ia lesakkan di menit ke-4, 7, serta 90+2.

Tiga gol Madrid lainnya dicetak Karim Benzema dan Sergio Ramos. Benzema menorehkan brace alias dua gol di menit ke-45 dan 81. Sementara Ramos mencetak gol ketiga Los Blancos lewat titik penalti di menit ke-14.

Berusia 18 tahun 301 hari, Rodrygo menjadi pencetak hattrick termuda kedua dalam sejarah Liga Champions. Ia berada di belakang legenda Madrid, Raul Gonzalez yang mencetak hattrick ke gawang Ferencvaros pada usia 18 tahun dan 113 hari, Oktober 1995 silam.

Rekor luar biasa itu membuat Rodrygo layak menjadi penerus Raul sebagai Pangeran Bernabeu. Selain berkibar di usia remaja, Raul dan Rodrygo punya kemampuan setara. Mereka sama-sama lihai dalam urusan mengocek bola serta pencarian posisi untuk mencetak gol.

“Dia tidak mengejutkan saya. Dia memiliki segalanya. Dia cerdas, dia belajar sangat cepat dan ingin terus belajar dan meningkat. Secara fisik dia harus menjadi lebih baik, tetapi secara teknis, dia tahu bagaimana melakukan segalanya dengan bola,” kata Pelatih Real, Zinedine Zidane dikutip BBC.

Zidane percaya, Rodrygo akan menjadi pemain hebat Madrid di masa depan. “Rodrygo adalah pemain berkualitas tinggi dan dia datang ke sini untuk melakukan apa yang harus dia lakukan. Ini baru permulaan, saya sangat berharap dia bisa terus melakukan ini dengan baik. Kita harus tenang dan tidak terlalu menekannya,” ujar Zidane di situs klub.

Dani Carvajal menyebut Rodrygo yang mencetak lima gol dalam enam penampilannya di Madrid sebagai sosok luar biasa. Namun, seperti Zidane, ia mengaku tidak terkejut dengan penampilan spektakulernya. Alasannya, Rodrygo sudah memperlihatkan itu di setiap sesi latihan.

“Dia bermain di level yang sulit dipercaya, dengan hattrick dan assist. Dia pria yang luar biasa. Dia melakukannya dengan sangat baik karena dia memiliki potensi besar. Saya mengucapkan selamat kepadanya atas penampilannya,” puji bek Madrid itu.

Gelandang Madrid, Toni Kroos tak ketinggalan bicara soal potensi Rodrygo. Menurutnya, ia memprediksi penyerang berpostur 174 cm itu akan menjadi berlian Bernabeu. “Rodrygo tidak hanya bermain bagus hari ini, tapi di sejumlah pertandingan lain. Di usia 18 tahun ia banyak membantu. Kami butuh gol dan dia memberi pilihan lain. Dengan kualitas yang dimilikinya, dia bisa berada di sini selama 15 tahun, saya yakin itu,” tegas Kroos.

Rodrygo sementara itu menganggap penampilan hebatnya di Bernabeu adalah mimpi yang menjadi kenyataan. “Ini mimpi yang menjadi kenyataan untuk mendengar Bernabeu menyanyikan nama saya. Saya senang dan ini malam yang sangat bahagia. Tapi aku harus tetap tenang dan santai,” kata Rodrygo kepada Movistar.

Mantan pemain Santos itu mengatakan, sama sekali tidak menyangka dirinya bisa secepat ini mendapat kepercayaan dari Zidane. “Semuanya berjalan lebih cepat dari yang saya harapkan ketika saya tiba [di Real Madrid]. Tapi aku berusaha tetap tenang dan terus bekerja hari demi hari,” tegasnya.

Madrid sendiri, dengan kemenangan atas Galatasaray butuh satu langkah lagi untuk memastikan tiket babak 16 besar. Saat ini, Madrid yang mengoleksi poin tujuh unggul lima angka atas tim peringkat ketiga, Club Brugge. Artinya, Madrid hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci tiket.

“Kami tahu pentingnya permainan ini. Berusaha mencapai Babak 16 berarti memenangkan pertandingan hari ini. Kami memiliki dua pertandingan tersisa dan jika kami mengalahkan PSG, kami akan memenuhi syarat secara matematis. Ketika pertandingan itu tiba, kami akan mencoba mengejar itu,” kata Carvajal.

Di kubu Galatasaray, kekalahan ini mengakhiri peluang mereka ke fase knockout. Dan dengan hasil yang begitu memalukan, mereka hanya bisa minta maaf. “Saya ingin meminta maaf kepada para pendukung kami. Kami perlu memahami apa yang salah malam ini,” kata bek Galatasaray, Omer Bayram di situs resmi UEFA.

Penyesalan dan kekecewaan sama dilontarkan gelandang Galatasaray, Jean Michael Seri. “Kami kehilangan bola di area berbahaya. Kami melakukannya berkali-kali dan kemudian kami tidak bisa mengembalikan kepercayaan diri kami. Madrid menekan tinggi, dan kami tidak bisa merespons,” tandasnya.

(amr)