KPK Cecar 9 Saksi Terkait Suap Bupati Indramayu

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (3/7). (RIZKI/FIN)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sembilan saksi. Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu tahun 2019.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan para saksi diperiksa bagi tersangka sekaligus Bupati Indramayu nonaktif Supendi.

“Hari ini KPK memeriksa sembilam saksi untuk tersangka SP (Supendi) dalam tindak pidana korupsi suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019,” ujar Febri di Jakarta, Kamis (7/11).

Para saksi yang diperiksa antara lain Direktur BPR Karya Remaja Indramayu Sugiyanto, Sudirjo seorang sopir, Haidar, ajudan dari Supendi Syamsayail, staf Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Ferry Mulyadi, Masdi dari unsur swasta.

Selanjutnya, perwakilan CV Karya Bima Iin Dewi Kuraesin, perwakilan PT Sumber Mega Utama Rudy Indra Prasetyo, perwakilan CV Inka Abadi Sunarti, dan perwakilan PT Alfindo Wijaya Mandiri Noory Hidayat.

Febri menjelaskan, terhadap para saksi penyidik mendalami pengetahuan terkait pengaturan proyek yang menjadi objek perkara ini.

“KPK mengonfirmasi pengetahuan para saksi terkait dengan pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu,” tuturnya.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan, pemberian uang yang dilakukan Carsa kepada Supendi dan pejabat di Dinas PUPR diduga merupakan komitmen fee sebesar 5-7 persen dari nilai proyek pembangunan tujuh jalan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sejumlah Rp15 miliar. Dengan perincian, Supendi menerima total Rp200 juta, Omarsyah Rp350 juta dan sepeda, serta Wempy Rp560 juta.

“Uang yang diterima OMR (Omarsyah) dan WT (Wempy Triyono) diduga juga diperuntukkan untuk kepentingan bupati, pengurusan pengamanan proyek, dan kepentingan sendiri,” kata Basaria.

Penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK di Indramayu dan Cirebon pada Senin (14/10 malam. Dalam kegiatan tersebut, tim berhasil mengamankan delapan orang dan menyita uang senilai Rp685 juta serta sebuah sepeda.

Atas perbuatannya, Supendi, Omarsyah, dan Wempy Triyono sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Carsa AS sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(riz/gw/fin)