Gaji ASN-Honorer tak Ada Kenaikan

    MAMUJU – Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan gaji tenaga kontrak lingkup Pemkab Mamuju tahun depan tak akan dinaikkan.

    Sekkab Mamuju Suaib mengatakan, beban keuangan daerah tahun 2020 cukup berat. Sehingga tidak memungkinkan menaikkan TPP ASN dan gaji tenaga kontrak.

    “Kami juga berkeinginan memakmurkan ASN. Tapi mau bagaimana, kami hanya mengacu pada kemampuan keuangan daerah,” ucap Suaib.

    Menurut Suaib, sebagian anggaran sudah dialokasikan untuk pelaksanaan pilkada 2020. Pemkab sudah memberikan dana hibah kepada dua lembaga penyelenggara dan pengawasan pilkada sekira Rp 40 miliar.

    “TPP saya sebagai Sekkab hanya Rp 3 juta. Kalau bisa dikasih banyak saya kasih banyak, karena saya yang atur. Tapi, kemampuan anggaran daerah tidak bisa,” ungkap Suaib.

    Kepala Bidang Anggaran, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamuju, Ibrahim membenarkan tak ada kenaikan gaji tenaga kontrak. Semua sama seperti tahun sebelumnya.

    “Gaji tenaga kontrak masih tetap. Pendidikan SMA Rp 300 ribu, sarjana muda Rp 400 ribu dan sarjana Rp 500 ribu, per bulan” kata Ibrahim.

    Menurut Ibrahim, kenaikan TPP bagi ASN belum jelas, karena Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) masih sementara memverifikasi Analisis Jabatan (Anjab) ASN sebagai salah satu persyaratan mendapat TPP.

    “Ketentuan TPP tidak hanya mengacu pada absensi tetapi mengukur analisis beban kerja, keprofesionalan bekerja dan risiko kerjanya,” ujar Ibrahim.

    Ibrahim mengatakan, ia tak bisa memastikan apakah TPP untuk tahun depan naik atau tidak sebelum memastikan hasil verifikasi dari Kemenpan-RB. Nanti kalau sudah ada hasilnya baru akan dibahas kelanjutannya.

    “Saat ini kisaran TPP adalah tertinggi Rp 3 juta per bulan, menengah Rp 1,2 juta dan paling rendah Rp 500 ribu per bulan,” tandasnya.

    (Idr/sol)