Berkat Bantuan LPDB-KUMKM, KUD Pakis Alami Peningkatan

Ketua KUD Pakis, Subianto.

OFIN.CO.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sebagai lembaga yang berfungsi membantu permodalan bagi pelaku Koperasi dan UMKM, membawa angin segar sekaligus inovasi yang menguntungkan bagi masyarakat Indonesia. Khususnya, bagi pelaku Koperasi dan UMKM. Yaitu dengan memberikan kemudahan. Mulai dari syarat pengajuan, kecepatan proses pencairan, sampai pengembalian dengan suku bunga yang ditentukan jauh lebih rendah dari Bank.

Ketua KUD Pakis, Subianto, bersama pengurus koperasi berpose di depan kantornya.

Pembiayaan berupa pinjaman dengan suku bunga yang sangat rendah, dinilai memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan demikian, mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Salah satu koperasi yang merasakan manfaat keberadaan pembiayaan berupa pinjaman modal dari LPDB adalah Koperasi Unit Desa (KUD) Pakis. KUD ini berada di Kabupaten Malang. Hingga saat ini, koperasi telah mengakses dan mendapat pinjaman atau pembiayaan dari LPDB sebanyak 3 kali.

“Kami telah bermitra sejak tahun 2010. Dan sampai saat ini, kami masih menjadi mitra LPDB-KUMKM” ungkap Ketua KUD Pakis, Subianto, didampingi jajaran pengurus KUD.

Subianto menjelaskan, pertama kali mengakses pembiayaan dana bergulir pada tahun 2010 dengan plafon pinjaman Rp1,5 miliar. Pinjaman kedua dengan plafon Rp 2,5 miliar pada tahun 2013. Pinjaman sukses dikembalikan tepat waktu. “Tahun 2016 kami mendapatkan pinjaman ketiga, dengan plafon sebesar Rp5 milyar. Sekarang sudah sekitar 60 persen kami kembalikan,” kata Subianto.

Terkait dengan syarat pengajuan, Subianto mengatakan, tidak ada kendala berarti. Pihak KUD hanya diminta menyiapkan pengajuan berupa surat permohonan, proposal, akta pendirian dan pengesahan, laporan keuangan, laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2 tahun terakhir, serta legalitas koperasi, pengurus, pengawas, dan pengelola. “Tidak lama berselang, tim LPDB datang untuk melakukan survey,” ungkapnya.

Sebelum mengakses pembiayaan dari LPDB, Subianto mengatakan, KUD Pakis mengajukan pinjaman dari bank dengan bunga yang relatif tinggi yakni 12-13%. Setelah mendapat pinjaman dari LPDB dengan bunga rendah, koperasi dapat menghemat pengeluaran. Anggota koperasi pun dapat merasakan manfaat dari pinjaman tersebut.

Subianto juga mengatakan, salah satu manfaat yang dirasakan okeh KUD Pakis dari pembiayaan yang diberikan LPDB-KUMKM, dapat dilihat dari nilai aset KUD. Saat ini, nilai asetnya berada pada angka Rp 27 miliar, dan omzet antara Rp 6-7 miliar/bulan.

KUD Pakis memiliki anggota 1.213 orang dan karyawan 43 orang. Selain itu, unit usaha yang lain, seperti unit simpan pinjam, perdagangan umum, swalayan, serta penyaluran pupuk bersubsidi, juga berjalan semakin baik.

“KUD Pakis merasakan dampak positif yang luar biasa. Mulai dari nilai aset, omzet perbulan, jumlah anggota maupun jumlah karyawan, yang menunjukkan peningkatan,” paparnya.

Mengenai strategi pengembalian dana bergulir, katanya, KUD Pakis menerapkan perhitungan yang matang sedari awal. Modal pinjaman yang didapat dari LPDB, dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Sehingga koperasi mengalami peningkatan dan memperoleh keuntungan,” ungkap Subianto.

Sementara itu, manager KUD Pakis, Nanik Muryati mengatakan, sebagian dana pinjaman dari LPDB digunakan untuk pengembangan pertanian tebu, yang disalurkan melalui kelompok tani. Mereka nantinya akan melakukan pengembalian setelah panen. “Jadi, pas panen nanti, penjualannya juga harus dilakukan lewat KUD Pakis,” tandas Nanik. (www.lpdb.id)