Pesimis Menteri Airlangga Mampu Tekan CAD

    Airlangga Hartarto/rahmat-fin

    JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginstruksikan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato untuk mengurangi defisit transaksi berjalan (CAD), namun sejumlah kalangan ekonom meragukan kemampuan mantan Menteri Perindustrian periode pertama Jokowi-Jusuf Kalla itu.

    Hal itu seperti disampaikan oleh Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah. Menurut dia, untuk mengurangi transaksi berjalan harus adanya sinergi lintas kementerian sehingga komunikasi yang selama ini mandek bisa berjalan sebagaimana mestinya keinginan pemerintah.

    “Untuk mengurangi defisit neraca transaksi berjalan perlu adanya sinegri kebijakan di berbagai kementerian atau lembaga (KL) yang baik. Hal ini menyangkut membangun kembali industri manufaktur, meningkatkan sektor pariwisata, sektor keuangan bahkan juga tenaga kerja migran Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Indonesia Network (FIN), Rabu (6/11).

    Memang untuk menekan defisit transaki berjalan tidaklah mudah, sebab membutuhkan waktu yang cukup lama dan didukung dengan kebijakan serta koordinasi yang baik antara K/L.

    “Strateginya perlu dipersiapkan secara matang dan terkoordinasi. Sayangnya hal ini tidak pernah dilakukan,” ucap Pitr.

    Melihat kenyataan itu, Enny pesimis instruksi Jokowi untuk menekan defisit transaksi berjalan tidak akan mampu dituntaskan oleh Menteri Airlangga. “Tanpa kejelasan strategi ini Pak Airlangga saya kita tadak akan berhasil melaksanakan permintaan Pak Jokowi,” kata Piter.

    Sementra itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menilai Menteri Airlangga telah gagal selama menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada periode 2014-2019.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here