Pelaku Pembobol Bank Dibekuk Polisi

JAKARTA – Kasus dugaan pembobolan Bank Permata dengan pengajuan kredit fiktif terkait pembiayaan proyek-proyek PT Pertamina (Persero), yang nilainya hampir Rp 1 Triliun memasuki babak baru. Perkara ini ditangani Bareskrim Polri.

Dari informasi yang diterima wartawan, Bareskrim telah berhasil menangkap tiga orang pelaku yang diduga telah membobol Bank Permata tersebut merupakan Pengurus PT. Megah Jaya Prima Lestari (PT MJPL).

Ketiganya yakni Sumarto Gosal selaku Direktur Utama sekaligus pemegang saham dengan prosentase 33,33 %, Silvia selaku Direktur sekaligus pemegang saham dengan prosentase 33,33 % dan yang ketiga yaitu The Johnny selaku Komisaris sekaligus pemegang saham dengan prosentase 33,34 % yang merupakan kontraktor atau rekanan di PT. Pertamina.

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil yang dimintai tanggapan mengapresiasi kinerja tim buru sergap Bareskrim Polri, jika memang benar berhasil menangkap para tersangka yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).”Tentunya kita, saya mengapresiasi kinerja Polisi dalam hal ini Bareskrim yang telah berhasil melindungi warga negaranya dari kejahatan orang lain,” katanya, Kamis (7/11)

Menurutnya, Pimpinan Polri juga seharusnya ikut mengapresiasi dalam bentuk reward. “Penangkapan ini pun harus diapresiasi oleh pimpinan Polri, mereka Polisi di lapangan sudah lelah dan bekerja keras sehingga buronan (DPO) yang dicari sudah berhasil ditangkap,” jelasnya.

Nasir menambahkan. “Kemudian jangan juga nantinya terlalu lama (berkas perkara), harus sampai ke kejakaaan. Dan upayakan dakwaannya pas, jangan sampai ada celah, jadi kayak gosokan bolak balik dari polisi ke jaksa, balik lagi, balik lagi,” tutupnya.

Sementara, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan akan mengkroscek informasi tersebut.”Terima kasih informasinya, kami akan konfirmasi ke Bareskrim,” singkatnya saat dikonfirmasi terkait informasi adanya penangkapan tersebut.

Diketahui, cara para pelaku melakukan kejahatan yakni dengan cara mengajukan kredit pembiayaan 7 kontrak proyek PT Pertamina kepada Bank Permata dan selanjutnya dilakukan pencairan kredit pada bulan Desember 2013 hingga Mei 2015 sebanyak 61 kali sejumlah Rp 892.062.287.312 Miliar.

Namun pembayaran kewajiban mulai macet pada tahun 2017, sehingga Bank Permata mulai curiga dan pada akhir tahun 2017 Bank Permata meminta konfirmasi kepada PT Pertamina dan direspon oleh PT Pertamina, bahwa ketujuh kontrak proyek PT Pertamina yang diajukan oleh PT MJPL untuk dibiayai kreditnya oleh Bank Permata adalah palsu/fiktif/bodong.

Setelah mengetahui adanya kepalsuan atas 7 kontrak proyek PT Pertamina tersebut dan kredit fiktif yang telah dicairkan senilai total Rp892.062.287.312, maka Bank Permata melaporkan Pengurus PT MJPL termasuk Pihak Supplier PT MJPL ke Bareskrim atas
dugaan tindak pidana penipuan, pemalsuan (surat, akta dan jaminan fidusia), pencucian uang berdasarkan Laporan Polisi No.Pol: LP/115/I/2018/Bareskrim tertanggal 24 Januari 2018, yang ditangani oleh Subdit V Jatanwil Direktorat Tipidum
Bareskrim Polri.

Setelah dilakukan proses penyidikan atas laporan pidana yang diajukan oleh Bank Permata maka pada bulan Desember 2018, Penyidik telah menetapkan ketiga Pengurus PT MJPL sebagai Tersangka yaitu SG alias Sumarto Gosal, S alias Silvia dan TJ alias The Johnny.

Pada bulan Juli 2019 ketika dilakukan pemanggilan lanjutan terhadap ketiga orang tersangka oleh pihak Penyidik secara patut dan sesuai prosedural hukum yang berlaku, ketiganya malah mangkir dari panggilan Penyidik.

Atas fakta tersebut, Penyidik kemudian melakukan pencarian/pengejaran terhadap ketiga orang tersangka tersebut, dan pada tanggal 29 Juli 2019, Penyidik berhasil menemukan Sumarto Gosal dan dilakukan penangkapan yang mana selanjutnya telah dilakukan penahanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here