Stop Eksplorasi Batu Bara

JAKARTA – Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, negara-negara Asia untuk berhenti dari “kecanduannya” terhadap batu bara. Mengingat, perubahan iklim telah mengancam ratusan juta orang yang rentan, terhadap naiknya permukaan laut di seluruh kawasan terdampak.

Berdasarkan penelitian baru-baru ini, diperkirakan bahwa beberapa kota besar Asia, termasuk Bangkok, Kota Ho Chi Minh, dan Mumbai, menghadapi risiko banjir ekstrem terkait pemanasan global.

Ketua PBB, Antonio Gutteres mengatakan, negara-negara Asia perlu mengurangi ketergantungan pada batu bara untuk mengatasi krisis iklim. Khususnya, Australia yang menjadi eksportir batubara terbesar di dunia, dengan sebagian besar batu baranya dikirim ke Asia.

“Ada kecanduan batu bara yang perlu kita atasi, karena itu tetap menjadi ancaman utama dalam kaitannya dengan perubahan iklim,” kata Guterres, dilansir dari laman ABC, Selasa (5/11)

Guterres mengatakan, negara-negara di kawasan itu perlu berada di garis depan, dengan memperkenalkan harga karbon mereformasi kebijakan energi.

“Selain itu juga, kemunduruan batu bara dapat membantu mengekang kenaikan suhu global,” ujarnya.

Batu bara tetap menjadi sumber daya utama di seluruh Asia Tenggara, di mana perkembangan ekonomi yang sangat tinggi telah memacu permintaan energi yang melambung dengan biaya bagi lingkungan.

Sekitar sepertiga dari energi Vietnam, juga berasal dari tenaga batu bara dengan sejumlah pabrik baru akan mulai beroperasi pada 2050, sementara Thailand berinvestasi dalam bahan bakar fosil.

Wilaya pesisir di seluruh Asia Tenggara telah menyaksikan banjir besar dan serangan air laut terkait dengan perubahan iklim.

Penelitian baru miinggu ini menunjukkan, setidaknya 300 juta orang di seluruh dunia hidup di tempat-tempat yang berisiko terendam banjir pada 2050.

(der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here